kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
13 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

Menegangkan, DPRD Kabupaten Pati Kena Sandera Massa Pendemo

Menegangkan, DPRD Kabupaten Pati Kena Sandera Massa Pendemo
Foto: Suasana anggota DPRD Pati disandera AMPB. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merangsek masuk ke dalam ruang paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, petang ini, Kamis, 13 Agustus 2026. Mereka mendesak agar DPRD Kabupaten Pati secara kolektif menyepakati tuntutan massa untuk memberikan surat rekomendasi kepada pemerintah pusat agar Undang-Undang (UU) Perampasan Aset disahkan.

Malam ini, sebanyak 25 anggota DPRD Kabupaten Pati disandera oleh massa di Kantor DPRD Kabupaten Pati karena tidak segera mengambil sikap secara lembaga. Pasalnya, massa AMPB menginginkan sebanyak 50 legislator menemui Teguh Istiyanto dan kawan-kawan.

Kondisi ini membuat para pimpinan DPRD Kabupaten Pati, anggota DPRD Kabupaten Pati, dan tenaga ahli Sekretariat DPRD Kabupaten Pati tidak bisa pulang lantaran massa mengepung gedung wakil rakyat. Kondisi ini sangat disayangkan oleh sejumlah anggota parlemen.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah menyampaikan keluh kesahnya karena agenda ini membuatnya merelakan waktu untuk keluarga demi menanggapi ulah massa AMPB. Bahkan ia rela meninggalkan suaminya yang sedang sakit di rumah.

"Audiensi sepantasnya waktu jam kerja siang. Suami saya sakit, tidak ada yang merawat di rumah. Sebagai seorang ibu dan istri harus membagi waktu antara publik dan privat," ungkap Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Pati kepada massa AMPB malam ini.

Tidak semua anggota fraksinya datang ke Kantor DPRD Kabupaten Pati dikarenakan ada agenda rutinan di malam Jumat.

"Setiap malam Jumat di fraksi kami mengadakan rutinan agenda malam Jumat," tutur Muntamah.

Ia menegaskan bahwa seorang perempuan sepertinya punya kewajiban mempersiapkan generasi berikutnya yang lebih baik di rumah tangga.

"Perempuan punya hak politik. Perempuan juga punya kewajiban di rumah untuk menyiapkan generasi penerus," lanjutnya.

Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto turut prihatin kepada pimpinan DPRD Kabupaten Pati. Pasalnya tak semua anggotanya menghargai.

"Saya kasihan, Pak Ali disepelekan anggotanya," ungkapnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!