PATI, KawalJateng.com – Bupati Pati nonaktif, Sudewe menegaskan bahwa selama menjabat sebagau kepala daerah, ia tidak pernah sepeserpun jual beli jabatan, termasuk jual beli jabatan perangkat desa (perades). Hal ini diungkapkannya di hadapan awak media selepas persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin, 10 Agustus 2026.
Berkaitan kasus korupsi yang menjeratnya, ia menepis dengan pernyataan bahwa para calon perangkat desa (caperdes) belum memahami mekanisme seleksi caperdes, sehingga ada sejumlah uang yang diserahkan kepadanya. Padahal, menurut Sudewo pelaksanaan seleksi perades bersifat transparan dan tanpa pungutan biaya apapun.
“Intinya bahwa kepala desa maupun calon perangkat desa belum tahu mekanismenya, belum tahu tahapan apa yang harus dilakukan. Kedua, mereka belum tahu profil saya, kepemimpinan saya, dan karakter saya, bahwa saya selama ini tidak pernah jual beli jabatan,” katanya.
Selama menjadi Bupati Pati, ia tidak melakukan pengangkatan tenaga honorer dengan suap-menyuap. Kondisi ini berbeda dengan kepemimpinan Bupati Pati sebelumnya, yakni Haryanto yang dinilai penuh dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Saya tidak pernah mengangkat pegawai honorer, pekerja harian, penjaga sekolah, pegawai rumah sakit pakai uang. Mereka (caperdes) masih mengasumsikan seperti sebelum-sebelumnya. Mereka belum bisa membedakan bupati sebelumnya dengan saya, jadi mereka begitu cepat ambil keputusan pakai uang, bahkan uang itu katanya untuk pendaftaran, bukan untuk lulus,” jelas Sudewo.
Ia mengungkapkan kejanggalan terjadi ketika para caperdes menyetor uang ke Sudewo. Padahal seleksi perades gratis.
“Sesuatu yang sangat janggal dan mustahil uang sebanyak itu hanya untuk mendaftar. Ketika saya tanya ada apa aja pun dia tidak tahu,” ucapnya.
Ia kasihan pada caperdes tersebut yang sudah terlanjut memberikan uang. Ia berharap pelaksanaan seleksi perades di Kabupaten Pati tetap transparan dan gratis.
“Saya kasihan kepada caperdes. Harapannya mereka saat penjaringan caperdes 0 rupiah itu sama seperti semangat saya. Sesungguhnya sama yang saya lakukan, itu mereka belum tahu,” tandasnya.
Ia juga mengapresiasi perangkat persidangan yang jujur. Dan pihaknya memberikan apresiasi bagi para pendukungnya yang membersamai perisidangan.
“Ini sidang terbuka (peserta sidang umum). Tidak ada manipulasi, hakim fair, jaksa fair,” tegas Sudewo. (Sgh/Red)
Mengaku Tak Pernah Jual Beli Jabatan, Sudewo Sebut Bupati Sebelumnya Sering
Sudewo saat masih menjabat Bupati Pati dalam sesi wawancara dengan awak media. (Singgih Tri/KawalJateng.com)
Komentar
Berita Terkait
Berita Terpopuler
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!