kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
21 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

Warga Jaken Panen Bawang Merah, Harga Anjlok

Warga Jaken Panen Bawang Merah, Harga Anjlok
Foto: Masa panen bawang merah di Desa Sumberarum, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Bawang merah mulai di Kabupaten Pati memasuki masa panen, seperti halnya yang dirasakan petani di wilayah Kecamatan Jaken. Kusno, seorang petani brambang (sebutan bawang merah dalam bahasa Jawa) hari ini melakukan panen di lahannya seluas 4.000 meter persegi.

Bawang merah yang dipanen memasuki usia 65 hari. Dari 2,5 kwintal bibit, bawang merah milik Kusno berhasil menghasilkan produksi 4 ton bawang merah.

"Panen bawang merah dengan luasan sawahnya 4.000 meter persegi. Bibit bawang merah 2,5 kwintal, hasil produksi kurang lebih 4 ton," terangnya ketika sedang memanen bawang merah di lahan yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Sebelumnya, Kusno menanam bawang merah pada Juni 2026 lalu. Saat ini, ia memanen hasil tanamnya, untuk kemudian dijual ke tengkulak.

"Ini panen di usia 65 hari. Untuk tanam dua bulan yang lalu, hari ini selesai panen," katanya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jaken, Endrawati menerangkan bahwa puluhan kelompok tani (poktan) di wilayahnya menanam bawang merah. Mereka menanam bawang merah jenis Thailand atau Tajuk dan jenis Bauji.

"Di Jaken tanam bawang merah tidak bisa serempak, saat ini sebagian panen dan sebagian umur kurang dari satu bulan. Saat ini bawang merah yang ditanam karena musim kemarau adalah Thailand atau Tajuk, tapi ada yang Bauji yang baru umur sebulan, tapi kebanyakan Thailand atau Tajuk," paparnya.

Di Kecamatan Jaken sangatlah cocok untuk tanaman bawang merah. Pasalnya, kondisi lahan tadah hujan membuat kualitas bawang merah unggul.

"Keunggulan di Jaken itu karena tadah hujan. Sehingga untuk bawang merahnya dari segi warna dan rasa lebih beraroma, dan rasanya lebih enak," ucapnya.

Endra mengatakan tumbuhkembang bawang merah cukup bagus karena minimnya hama yang memicu penyakit. Makanya, produksi bawang merah besar-besar dengan bobot yang ideal.

"Untuk musim tanam sekarang alhamdulilah pertumbuhan baik, sedikit hama penyakit sehingga hasilnya bagus, besar-besar, dan bobotnya masuk. Untuk segi budidaya sangat berbeda, apalagi musim kemarau dengan pengairan sumur dangkal, penyiraman manual dengan selang. Dan saat ini sudah beralih dengan penggunaan mulsa," ungkapnya.

Ketersediaan air untuk budidaya bawang merah di Kecamatan Jaken mampu memenuhi irigasi tanaman tersebut. Media penanaman bawang merah di wilayah tersebut juga efektif, yakni menggunakan mulsa.

Sebagai informasi, harga bawang merah di tingkat petani mulai dari Rp 18.000 per kilogram sampai Rp 20.000 per kilogram. Sedangkan, harga bawang merah di tingkat tengkulak mulai dari Rp 20.000 per kilogram sampai Rp 22.000 per kilogram.

Sebelumnya, berdasarkan catatan BPP Kecamatan Jaken, harga bawang merah di level petani berada di angka Rp 30.000 per kilogram hingga Rp 35.000 per kilogram.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!