kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
2 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Pati Ajak Tokoh Agama Perkuat Mitigasi Isu Perpecahan di Era Digital

Pati Ajak Tokoh Agama Perkuat Mitigasi Isu Perpecahan di Era Digital
Pati Ajak Tokoh Agama Perkuat Mitigasi Isu Perpecahan di Era Digital

PATI, kawaljateng.com – Pemerintah Kabupaten Pati meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, untuk bergerak cepat melakukan mitigasi terhadap isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga keamanan dan ketertiban di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam acara Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati, yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (1/7/2026).

Chandra menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini membuat berbagai isu sosial maupun keagamaan dapat menyebar luas dengan sangat cepat. Oleh karena itu, ia berharap para tokoh agama mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada umat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan berkembang. Segera komunikasikan, diskusikan bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak terkait, agar bisa segera diselesaikan," ujar Chandra dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa forum dialog lintas elemen seperti ini harus dioptimalkan sebagai ruang komunikasi terbuka untuk mendeteksi potensi persoalan sejak dini. Menurutnya, ketertiban umum bukan hanya bertumpu pada jajaran pemerintah atau aparat keamanan, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Siti Subiati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan dialog ini dilatarbelakangi oleh kondisi demografis Kabupaten Pati yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama.

Menurut Siti, keberagaman tersebut merupakan kekayaan daerah yang wajib dirawat bersama. Melalui ruang komunikasi yang intensif, pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat menyamakan persepsi dalam memitigasi potensi konflik, khususnya yang bernuansa keagamaan.

(KJ/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!