PATI, KawalJateng.com - Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Sutikno alias Paijan Jawi menagih keterbukaan pengelolaan uang pajak di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati beberapa waktu yang lalu. Ia mendorong supaya BPKAD Kabupaten Pati mempertanggungjawabkan kewajibannya mengelola keuangan daerah.
"Sebagai perwakilan masyarakat Pati, saya meminta kalian harus terbuka mengelola semua pajak yang masuk BPKAD. Terus uangnya dipakai untuk apa, kalian harus transparan, kan biar masyarakat Pati tahu," ucapnya.
Menurut Sutikno, pajak yang ditarik pemerintah daerah (pemda) harus diketahui semua pihak, apalagi pajak dikenakan nominal. Hal itu demi memberikan pemahaman masyarakat bahwa pajak dipergunakan dengan baik, termasuk pengembaliannya.
"Mereka menarik pajak kan bukan donasi, biar masyarakat tahu memahami larinya kemana, dipakai apa, sisanya berapa. Ini aspirasi masyarakat biasa, saya mewakili masyarakat Pati," imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kabupaten Pati, Febes Mulyono menyampaikan kedatangan Sutikno telah direspons. Menurutnya upaya masyarakat melakukan dialog difasilitasi.
"Terkait Paijan Jawi mendatangi Kantor BPKAD kemarin terkait transparasi pajak, kemarin ndak ada maasalah laporannya sama kaya temen-temen di sini. Kami ndak ada masalah kemarin mediasi, tanda tangan mengenai masukan, selesai," terang Febes. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!