REMBANG, KAWALJATENG.COM – Kekesalan masyarakat Kecamatan Sumber atas kondisi infrastruktur jalan yang terbengkalai mencapai puncaknya. Warga Sumber Rembang mengeluhkan debu pekat dan jalan rusak parah di sepanjang rute Logede–Sumber yang tak kunjung diperbaiki, hingga terlontar teriakan keras warga menagih komitmen pimpinan daerah: "Harno Piye Harno!".
Gelombang protes publik ini kian memanas setelah jalur vital sepanjang 6,3 kilometer tersebut terkonfirmasi absen dari daftar sembilan ruas jalan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk pendanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026.
Adapun sembilan ruas jalan yang diusulkan Pemkab Rembang ke pemerintah pusat meliputi: Kalipang–Lodan Wetan, Lodan Wetan–Bonjor, Bonjor–Sampung, Sampung–Tawangrejo, Kaliombo–Sudo, Dresi–Sekararum, Kedungrejo–Pasar Banggi, Pamotan–Trembes–Suntri, serta akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat.
Selain teriakan kekecewaan di lapangan, keluhan warga juga tumpah melalui surat terbuka bernada satire di media sosial yang ditulis oleh warga lokal, M Arif Rohman Hakim.
"Kami menulis surat ini bukan dengan tinta kemarahan, melainkan dengan debu jalanan yang setiap hari beterbangan masuk ke mata, paru-paru, bahkan ke dalam kesabaran rakyat kecil," tulis Arif dalam surat terbuka yang tular tersebut.
Arif menggambarkan betapa menyiksanya akses harian anak sekolah, petani, hingga masyarakat umum yang harus menerjang kubangan air saat hujan dan kepungan debu pekat saat musim kemarau.
Kekecewaan senada ditegaskan oleh Bibur, warga Sumber yang saban hari melintasi rute tersebut. Ia meminta Pemkab Rembang tidak tinggal diam jika pengajuan anggaran ke pemerintah pusat memang gagal.
"Kalaupun ini memang tidak masuk prioritas pusat, setidaknya Pemkab Rembang ada inisiatif. Jangan dibiarkan begini saja. Minimal ada perbaikan penambalan jalan yang rusak atau tim tambal sulam yang turun ke lapangan," tegas Bibur saat diwawancarai, Jumat (17/7/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Rembang, Maryosa, membenarkan bahwa jalur Logede–Sumber memang tidak masuk dalam usulan IJD 2026.
"Mboten pak (Tidak pak)," jawab Maryosa singkat saat dikonfirmasi tim redaksi kawaljateng.com melalui pesan tertulis WhatsApp, Jumat sore (17/7/2026).
Merespons konfirmasi resmi tersebut, warga mendesak Pemkab Rembang dan DPUTR tidak menutup mata serta segera mengambil langkah darurat menggunakan pos anggaran pemeliharaan rutin APBD kabupaten. Penanganan perbaikan darurat berupa tambal sulam (patching) mendesak dilakukan demi keselamatan warga serta membebaskan masyarakat Sumber dari ancaman bahaya kecelakaan dan kepungan debu harian. (Eko/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!