kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
9 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Diduga Keracunan MBG Berulang, 3 Siswa MTsN 1 Lasem Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan MBG Berulang, 3 Siswa MTsN 1 Lasem Dilarikan ke Puskesmas
Gelombang dugaan keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali melanda wilayah Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

KAWALJATENG.COM — Gelombang dugaan keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali melanda wilayah Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Setelah sebelumnya menyasar ratusan siswa di SMAN 1 Lasem dan MAN 2 Rembang, insiden serupa kini menyasar sejumlah siswa di MTs Negeri 1 Rembang.

Para siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, hingga diare sejak Selasa malam setelah menyantap hidangan MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rembang Lasem Bonang.

Wakil Kepala MTsN 1 Rembang, Kris Sutomo, mengungkapkan bahwa indikasi awal muncul dari seorang siswa yang mendadak mengalami diare. Dari hasil penelusuran pihak sekolah, siswa tersebut diduga tertular dari rekan sekamarnya di pondok pesantren yang sebelumnya menjadi korban dalam insiden keracunan MBG di MAN 2 Rembang.

Menanggapi laporan tersebut, tim medis menerjunkan armada ambulans untuk meluncurkan penanganan cepat melalui skrining massal di lingkungan sekolah.

"Dari total 1.068 siswa yang disisir, kami mencatat ada 51 orang yang terindikasi bergejala. Sebanyak 46 siswa diberikan obat untuk rawat jalan, sedangkan empat siswa dan satu guru dilarikan ke puskesmas untuk perawatan intensif," terang Kris Sutomo, Rabu (9/9/2026).

Dinkes Catat Kasus Ringan, Investigasi Masih Berjalan

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, menyampaikan klarifikasi mengenai perbedaan data dan hasil pemeriksaan laboratorium medis di lapangan.

Berdasarkan pendataan tim Dinkes dan Puskesmas setempat terhadap 1.150 penerima paket makanan, mayoritas kondisi siswa terpantau stabil. Pihaknya mencatat sekitar 40 anak menyampaikan keluhan subjektif berupa pusing dan tidak enak badan, namun secara klinis dinyatakan baik.

Dari seluruh sampel keluhan, Dinkes membawa lima orang ke IGD Puskesmas untuk pemeriksaan mendalam. Hasilnya, tiga siswa ditetapkan harus menjalani rawat inap, sementara dua orang lainnya (satu guru dan satu siswa) diizinkan pulang.

"Gejala yang timbul masuk dalam kategori ringan, di mana pasien mengalami diare dua hingga tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi agak lemas," jelas Ali Syofi’i.

Terkait pemicu utama, Dinkes Rembang menegaskan belum menyimpulkan bahwa insiden ini bersumber langsung dari makanan MBG. Tim teknis masih menguji kemungkinan paparan faktor eksternal di lingkungan sekolah maupun pesantren.

"Dugaan kami, ada kemungkinan kontaminasi penyakit atau persebaran bakteri dan virus yang sedang merebak di lingkungan umum. Mengingat dari total 1.150 penerima menu yang sama, hampir seluruhnya dalam kondisi sehat," pungkasnya. (Red/Kj)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!