kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
9 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Keracunan Massal MBG Rembang Meluas, Sikap Bungkam dan Keberadaan Ketua Satgas Dipertanyakan

Keracunan Massal MBG Rembang Meluas, Sikap Bungkam dan Keberadaan Ketua Satgas Dipertanyakan
Puluhan siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat pusing, mual, dan diare usai menyantap menu yang sama. Foto : Dok. Kawal Jateng.

REMBANG, kawaljateng.com — Gelombang kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang terus meluas. Namun, di tengah kepanikan publik dan desakan evaluasi, Ketua Satgas MBG Rembang yang juga Wakil Bupati, M. Hanies Cholil Barro’, justru memilih bungkam dan belum menunjukkan langkah konkret di lapangan.

Sikap tertutup ini memicu kritik keras dari masyarakat serta aktivis lokal. Publik menilai Satgas MBG terkesan lepas tangan dan lambat merespons krisis kesehatan yang menimpa ratusan siswa di wilayah tersebut.

Rentetan Kasus dalam Seminggu

Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua sekolah dilaporkan menjadi korban hidangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG):

SMAN 1 Lasem (3 September 2026): Sebanyak 725 murid dan 25 guru mengalami diare parah, mual, dan muntah.

MAN 2 Rembang (8 September 2026): Puluhan siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat pusing, mual, dan diare usai menyantap menu yang sama.

Ormas Brandal Alif: “Ketua Satgas Ada di Mana?”

Ketua Ormas Brandal Alif, Arief Yulianto, menyayangkan minimnya transparansi dan tanggap darurat dari pimpinan Satgas. Ia mendesak agar program MBG di Rembang dihentikan total sampai investigasi selesai.

"Kami minta pemerintah menghentikan total program MBG di Rembang demi keselamatan siswa. Publik berhak tahu apa yang terjadi, tapi Ketua Satgas MBG justru terkesan menghindar dan tidak ada tindakan tegas," tegas Arief, Selasa (8/9/2026).

Ia menuntut Satgas segera melakukan audit menyeluruh terhadap dapur penyedia pangan (SPPG), membuka hasil uji laboratorium sampel makanan secara transparan, dan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para korban.

Pimpinan Daerah Belum Buka Suara

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies), melalui pesan singkat dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban maupun pernyataan resmi terkait penanganan krisis ini.

Hal senada terjadi saat konfirmasi dimintai kepada Bupati Rembang, Harno. Pihak pimpinan daerah belum memberikan penjelasan resmi mengenai evaluasi program MBG di Rembang.

Di sisi lain, kepolisian dan dinas terkait dilaporkan masih mengambil sampel makanan dan melakukan penyelidikan di lapangan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut. (Red/KJ)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!