kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
22 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

Desa-desa di Batangan Pati Pamerkan Potensi Desanya, Mulai dari Kuliner hingga Hasil Bumi

Desa-desa di Batangan Pati Pamerkan Potensi Desanya, Mulai dari Kuliner hingga Hasil Bumi
Foto: Gebyar Potensi Desa di Batangan Pati. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Acara semakin meriah ketika memasuki puncak acara Gebyar Potensi Desa. Pameran stand dan bagi-bagi hadiah memeriahkan Gebyar Potensi Desa.

Menurut Camat Batangan, Sujono, potensi pada 18 dese se-Kecamatan Batangan ditampilkan pada Gebyar Potensi Desa. Kekhasan di setiap desa itu dipamerkan hingga diperjualbelikan demi mendukung bangkitnya ekonomi kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Pati ada beberapa kegiatan yang terlaksana, mulai dari malam tirakatan, upacara bendera, jalan santai, Gebyar PAUD, dan Gebyar Potensi Desa. Potensi desa ini kita buka untuk UMKM di desa-desa se-Kecamatan Batangan," ungkapnya usai meninjau stand, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Produk-produk potensi desa banyak sekali meliputi olahan ikan, telur asap, garam, hasil bumi, kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Adanya produk potensi desa ini dipamerkan agar masyarakat semakin mengenal jika ada produk-produk unggulan di Kabupaten Pati, khususnya di Kecamatan Batangan.

"Acara ini melibatkan Forkopimcam Batangan, seluruh pemerintah desa, seluruh pengusaha di Batangan. Dari 18 stand desa tercatat banyak sekali potensi yang ada, di antaranya olahan bandeng, hasil bumi bawang merah, dan macam-macam," sebut Sujono saat diwawancarai awak media.

Ia berharap perkonomian masyarakat desa di Kecamatan Batangan semakin maju dengan adanya produk karya lokal.

Sementara, salah satu penjual alat kerajinan anyaman bambu, Purwanti ikut memeriahkan Gebyar Potensi Desa. Warga asal Desa Gunungsari itu menunjukan produk di antaranya tampah, dunak, saringan, dan caping.

"Ini karya warga Desa Gunungsari, ada dunak untuk tempat nasi, tampah, dan lain sebagainya. Ada yang Rp 5.000 (caping), Rp 20.000 (dunak), Rp 15.000 (tampah), dan Rp 12.000 (saringan)," ujarnya kepada KawalJateng.com.

Standnya pun banyak pengunjung. Tampak Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Batangan, Widi Sujono dan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Batangan, Harti ikut membeli anyaman bambu karya warga lokal.

Diketahui, produk tersebut dijual ke pasar-pasar tradisional. Ada puluhan warga Desa Gunungsari yang bermata pencaharian sebagai perajin anyaman tersebut.

"Banyak warga kami menjual, puluhan yang jual. Ini diambil baku, lalu dijual ke pasar," pungkasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!