kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
17 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Topang Ekonomi Daerah, Bank Jateng Setor Dividen Rp9,07 Miliar ke Pemkab Rembang

Topang Ekonomi Daerah, Bank Jateng Setor Dividen Rp9,07 Miliar ke Pemkab Rembang
Foto: Dokumen istimewa / Redaksi kawaljateng.com

REMBANG,kawaljateng.com – Komitmen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memacu roda perekonomian di tingkat regional kembali menunjukkan tren positif. Teranyar, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng resmi menyetorkan dividen sebesar Rp9,07 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk tahun buku 2025. Penyerahan deviden ini sekaligus menegaskan peran strategis sektor perbankan daerah sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang krusial.

Capaian moncer tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara jajaran Direksi Bank Jateng dengan Bupati Rembang, Harno, yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati pada Jumat (29/5/2026) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, memaparkan bahwa performa keuangan Cabang Rembang saat ini berhasil meraih predikat Champion. Predikat ini diraih berkat pengelolaan bisnis yang sehat, efisien, serta berorientasi pada mitigasi risiko yang kuat. Pengukuran ini dibuktikan secara konkret melalui nilai rentabilitas (kemampuan menghasilkan laba) yang sukses menembus angka 24,27 persen.

Tidak hanya tangguh secara profitabilitas, Bank Jateng juga berhasil memperkokoh dominasi pasarnya di Rembang. Tercatat, penguasaan pangsa pasar (market share) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lokal mencapai 54,15 persen dari total sekitar 7.800 pegawai di lingkungan Pemkab Rembang.

"Meski saat ini terdapat tantangan penyesuaian anggaran daerah dari pusat, komitmen kami untuk memberikan imbal hasil maksimal dan menjaga fundamental tata kelola yang kuat tidak pernah surut. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap kemajuan ekonomi Rembang," tegas Erik di hadapan media.

Akselerasi Digitalisasi Sektor Primadona

Menatap tantangan ekonomi ke depan, Bank Jateng tidak sekadar mengandalkan sektor konsumer, melainkan mulai memperluas penetrasi ke sektor riil melalui transformasi digital. Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, menyoroti adanya potensi besar pada ekosistem digital Rembang yang siap diakselerasi.

Menurut Eko, Bank Jateng telah memetakan klaster ekonomi produktif yang akan menjadi prioritas digitalisasi secara masif dan tepat sasaran. Sektor-sektor tersebut meliputi pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sektor maritim yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

"Sektor pariwisata, UMKM, dan khususnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi primadona Rembang, akan menjadi prioritas utama kami. Ke depan, digitalisasi ini akan dieksekusi secara lebih masif dengan berkolaborasi erat bersama dinas-dinas terkait," ungkap Eko.

Menangkap Peluang Lonjakan Dana PPPK

Di sisi lain, kebijakan rekrutmen pegawai di tingkat daerah turut membawa angin segar bagi likuiditas dan perputaran ekonomi Rembang. Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa lonjakan angka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya sukses menyumbang tambahan dana daerah hingga mencapai Rp15 miliar.

Bagi Bank Jateng, momentum ini menjadi peluang strategis untuk melakukan penetrasi produk keuangan secara optimal. Pihak bank berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan finansial dan kesejahteraan para ASN serta PPPK baru tersebut melalui skema yang kompetitif, di antaranya:

Kredit ASN: Fasilitas pembiayaan multiguna untuk mendukung produktivitas pegawai.

KPR Subsidi via Payroll: Mempermudah kepemilikan rumah pertama bagi pegawai daerah dengan sistem pemotongan gaji otomatis.

Kredit FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan): Skema pembiayaan perumahan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Merespons paparan direksi, Bupati Harno menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah ekspansi dan digitalisasi yang diusung oleh Bank Jateng. Ia optimistis bahwa sinergi antara regulasi pemerintah daerah dan inovasi perbankan di sektor riil akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di grassroot (akar rumput). (kj/red)

Komentar Warga (0)

Tinggalkan Tanggapan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!