KAWALJATENG.COM, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) secara resmi membatalkan rencana aksi audiensi massa yang semula dijadwalkan akan digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati pada Senin, 6 Juli 2026 mendatang.
Pembatalan pergerakan tersebut menyusul dikabulkannya permohonan Pembebasan Bersyarat (PB) terhadap tiga warga binaan yang merupakan bagian dari massa aksi demonstrasi pada 13 Agustus 2025 lalu. Ketiganya kini telah resmi menghirup udara bebas dan kembali ke pihak keluarga.
Apresiasi Langkah Cepat Kalapas Pati
Merespons perkembangan positif ini, Koordinator AMPB, Supriyono alias Mas Botok, memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak otoritas pemasyarakatan. Menurutnya, langkah cepat Kepala Lapas (Kalapas) beserta jajaran dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat merupakan bentuk transparansi hukum yang patut diacungi jempol.
"Aspirasi kami sudah diterima dengan sangat baik dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak Kalapas. Karena tiga warga binaan kemarin sudah resmi dibebaskan melalui program Pembebasan Bersyarat (PB), maka rencana aksi audiensi yang semula kami agendakan untuk tanggal 6 Juli besok resmi dibatalkan," ujar Mas Botok, Senin (29/06/2026).
Beliau menambahkan bahwa respons kooperatif dari Lapas Pati membuktikan bahwa regulasi hukum dan pemenuhan hak integrasi bagi warga binaan dapat berjalan harmonis serta transparan selama semua persyaratan terpenuhi.
Imbau Simpatisan Jaga Kondusivitas Wilayah
Sebelumnya, AMPB sempat mengagendakan aksi pergerakan damai untuk mendorong percepatan hak-hak bagi rekan perjuangan mereka yang ditahan pasca-demonstrasi tahun lalu. Namun dengan terealisasinya pembebasan bersyarat ini, substansi tuntutan dinilai telah terpenuhi dengan baik oleh sistem peradilan.
Pasca-keputusan ini, situasi di akar rumput simpatisan AMPB terpantau kondusif dan menyambut hangat kepulangan ketiga rekan mereka. Mas Botok juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jajaran anggota aliansi dan masyarakat luas di Kabupaten Pati.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Kepala Lapas beserta jajaran yang kooperatif dan transparan dalam menjalankan regulasi hukum. Saya juga mengimbau kepada seluruh anggota aliansi dan simpatisan untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas wilayah Pati, dan selalu mengutamakan komunikasi yang harmonis," pungkasnya.
Dengan pembatalan resmi ini, dipastikan tidak ada pergerakan massa dari AMPB menuju Lapas Pati pada tanggal 6 Juli mendatang. Pergerakan selanjutnya akan dialihkan pada pengawalan dan monitoring kebijakan publik daerah secara kondusif dan sesuai koridor hukum yang berlaku. (Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!