kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
3 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Target Akhir Juni Meleset karena Pergeseran Anggaran, Pemkab Rembang Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Hotmix Jalan Sale–Tahunan

Target Akhir Juni Meleset karena Pergeseran Anggaran, Pemkab Rembang Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Hotmix Jalan Sale–Tahunan
Target Akhir Juni Meleset karena Pergeseran Anggaran, Pemkab Rembang Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Hotmix Jalan Sale–Tahunan

REMBANG, kawaljateng.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Kecamatan Sale yang sempat ditargetkan mulai akhir Juni lalu, kini memasuki tahapan pergeseran anggaran daerah. Hingga memasuki awal Juli, proyek fisik di lapangan terpantau belum dimulai lantaran masih menunggu rampungnya proses administratif tersebut.

Kondisi ini sempat memicu gelombang desakan dari masyarakat di sepanjang rute komoditas yang menghubungkan wilayah Dukuh Kowang hingga Desa Tahunan. Melalui rekaman dokumen suara yang diterima, warga secara terbuka menagih janji percepatan pengerjaan yang sempat disampaikan oleh Bupati Rembang, Harno.

“Kami warga Kecamatan Sale, khususnya dari Dukuh Kowang sampai Desa Tahunan, menagih janji akan adanya pembangunan jalan yang dilalui truk tambang pada bulan Juni, yang dikatakan Bapak Bupati, Bapak Harno. Bagaimana kelanjutannya pembangunan jalan yang akan dilakukan pada akhir Juni ini? Kami menagih janji,” ujar hidayah perwakilan warga .

Klarifikasi DPUTaru: Anggaran Rp2,5 Miliar Menggunakan Konstruksi Hotmix

Merespons dinamika dan aspirasi di lapangan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang memberikan penjelasan resmi mengenai kepastian proyek tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan bahwa ruas jalan Sale–Tahunan sudah direncanakan untuk mendapatkan penanganan tahun ini dan masuk ke dalam skala prioritas.

Nugroho memaparkan bahwa total kebutuhan anggaran untuk membenahi jalur tersebut diperkirakan mencapai Rp2,5 milar. Perbaikan akan difokuskan pada dua hingga tiga titik yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Kalau Sale itu perhitungan rencana sekitar Rp2,5 miliar. Ada dua atau tiga spot yang perlu diperbaiki. Konstruksinya menggunakan hotmix melalui mekanisme pemeliharaan rutin jalan,” ungkap Nugroho.

Terkait pergeseran waktu dari target akhir Juni, DPUTaru menjelaskan bahwa pelaksanaannya harus mengikuti jadwal pergeseran anggaran yang saat ini sedang berjalan. Selain itu, tim teknis di lapangan masih harus menyelesaikan antrean pekerjaan pemeliharaan jalan di beberapa lokasi lain, seperti ruas Ngebrak (Kecamatan Sumber), Magersari (Kecamatan Rembang), dan ruas jalan di Desa Labuhan Kidul (Kecamatan Sluke). Setelah tahapan tersebut dan proses pergeseran anggaran selesai, penanganan jalan Sale–Tahunan akan segera dilaksanakan.

Bupati Harno: Jika Juni Belum Memungkinkan, Bergeser ke Awal Juli

Sebelumnya, Bupati Rembang Harno saat meninjau lokasi telah mengonfirmasi bahwa penanganan jalan yang rusak dan berdebu akibat lalu lalang armada truk tambang ini tidak akan ditunda terlalu lama. Ia pun telah memprediksi adanya potensi penyesuaian waktu pengerjaan di lapangan akibat kesiapan teknis.

“Akhir bulan Juni ini saya targetkan pekerjaan jalan bisa masuk ke Sale. Kita berusaha menyelesaikan yang Sale. Berusaha akhir bulan ini. Kalau belum memungkinkan ya kemungkinan awal bulan depan (Juli). Sudah masuk prioritas. Jadi yang sudah dicek Bupati, kita berusaha untuk bisa dikerjakan tidak terlalu lama,” jelas Harno.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab sangat memahami keresahan warga Sale yang harus menghadapi bledug (debu tebal) saat kemarau dan jalur berlumpur serta licin saat musim hujan. Pemerintah daerah memastikan langkah-langkah teknis terus dipersiapkan agar akses logistik dan mobilitas ekonomi warga kembali nyaman.

Tuntutan Imbang Warga: Jembatan Timbang hingga Sendang Brubulan

Meskipun kejelasan anggaran dan teknis hotmix senilai Rp2,5 miliar telah dipaparkan pemerintah, warga Sale mengingatkan agar hasil pembangunan nanti tidak cepat hancur kembali. Berdasarkan data pesan digital warga, masyarakat mendesak Pemkab Rembang menerapkan regulasi ketat bersamaan dengan dimulainya proyek, yang meliputi:

Pengawasan Tonase: Mengaktifkan jembatan timbang pemda secara ketat untuk menindak truk yang membawa muatan berlebih (overloading).

Manajemen Polusi Debu: Mewajibkan penyiraman armada truk yang keluar dari area galian seperti manajemen tambang profesional. Warga memberikan solusi inovatif berupa pemanfaatan sumber air Sendang Brubulan yang berlokasi tepat di sebelah jalan tambang, sehingga dapat menekan debu sekaligus menambah pendapatan (income) bagi kas desa setempat.

Pengendalian Kecepatan: Meminta pemasangan alat pembatas kecepatan (polisi tidur) di area padat pemukiman sesuai dengan aturan Undang-Undang Lalu Lintas guna mengantisipasi adanya oknum sopir truk yang berkendara ugal-ugalan.

Dengan adanya komitmen anggaran tersebut, kelanjutan proses administratif pergeseran anggaran ini akan terus dipantau guna memastikan proyek fisik di jalur Dukuh Kowang hingga Desa Tahunan dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas. (kj)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!