kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
27 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Survei Litbang Kompas 2026: Gus Umam Sebut Tingginya Kepercayaan Publik adalah Kehormatan yang Harus Dirawat Polri

Survei Litbang Kompas 2026: Gus Umam Sebut Tingginya Kepercayaan Publik adalah Kehormatan yang Harus Dirawat Polri
Survei Litbang Kompas 2026: Gus Umam Sebut Tingginya Kepercayaan Publik adalah Kehormatan yang Harus Dirawat Polri

REMBANG, kawaljateng.com – Tokoh Muda Santri nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, Rembang, KH. Zaimul Umam, Ns., menyambut baik rilis hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026. Survei tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap tingkat kepercayaan, kepuasan, serta citra positif masyarakat kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menyentuh angka 82,4 persen.  

Pria yang akrab disapa Gus Umam ini menilai, lonjakan angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Pencapaian ini merupakan manifestasi dari kerja keras, pengabdian, dan ikhtiar jajaran kepolisian yang dampaknya mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di akar rumput.  

"Kepercayaan publik sebesar 82,4 persen ini adalah bukti bahwa masyarakat menaruh harapan yang sangat besar kepada Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, hadirnya polisi yang dekat dengan rakyat adalah sebuah kebutuhan mendasar," ujar Gus Umam dalam keterangan persnya di Rembang, Sabtu (27/6/2026).  

Keamanan: Urat Nadi Pendidikan di Pesantren

Sebagai representasi dari kalangan pesantren, Gus Umam menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi paling vital dalam membangun moralitas dan intelektualitas generasi muda bangsa. Keamanan yang terjamin membuat iklim belajar di lembaga keagamaan menjadi kondusif.  

"Ketika lingkungan aman, para santri bisa mengaji dan belajar dengan tenang, orang tua di rumah merasa tenteram, dan tatanan sosial keagamaan dapat berjalan dengan harmonis," jelasnya.

Namun, ulama muda ini juga memberikan catatan reflektif. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah hal yang dinamis. "Kepercayaan itu dibangun dalam waktu yang sangat panjang, tetapi bisa luntur seketika hanya karena satu tindakan yang mencederai keadilan dan nilai kemanusiaan. Karena itu, hasil survei ini harus dimaknai sebagai amanah berat yang wajib dijaga," tegas Gus Umam.  

Tiga Harapan Strategis Gus Umam untuk Polri

Menatap tantangan ke depan, Gus Umam merumuskan beberapa poin krusial yang diharapkan menjadi arah transformasi Polri:

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Polri diharapkan terus mengedepankan pendekatan yang humanis dan menjadi teladan dalam menegakkan keadilan tanpa membedakan status sosial, ekonomi, maupun jabatan seseorang.  

Sinergi Kokoh Ulama-Polri: Menguatkan kolaborasi antara aparat kepolisian dengan para ulama, santri, dan institusi pendidikan keagamaan guna menciptakan suasana kamtibmas yang sejuk.  

Benteng Terhadap Ancaman Kontemporer: Mendorong Polri dan pesantren untuk bahu-membahu memitigasi bahaya peredaran narkoba, paham radikalisme, kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), serta dampak negatif polarisasi digital.  

Sebagai penutup, Gus Umam menegaskan bahwa esensi tertinggi dari keberhasilan Korps Bhayangkara bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas survei.  

"Peningkatan angka dalam survei tentu patut diapresiasi. Namun, penghargaan tertinggi yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasa aman, keluhannya didengar, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Polri terus menjaga amanah ini, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat dengan ketulusan pengabdian," pungkasnya. (kj)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!