kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
22 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Penyelidikan Keracunan MBG di Blora: Polisi Periksa Kepala Dapur hingga Kepala Sekolah

Penyelidikan Keracunan MBG di Blora: Polisi Periksa Kepala Dapur hingga Kepala Sekolah
Susu MBG yang ditarik oleh SPPG Bogowanti Ngawen, Blora.

BLORA, kawaljateng.com — Kepolisian Resor (Polres) Blora terus mendalami kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Dalam proses penyelidikan, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora telah memeriksa enam orang saksi dari pihak penyelenggara program maupun sekolah. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti.

"Dari SPPG, kami memanggil kepala dapur, mitra, asisten lapangan (aslap), dan ahli gizi. Sedangkan dari pihak sekolah, kami memanggil kepala sekolah dan koordinator program MBG," kata Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, Selasa (21/7/2026).

Selain mengumpulkan keterangan saksi, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mendalami laporan mengenai adanya produk susu kemasan yang diduga meledak atau menggembung sebelum dikonsumsi para siswa.

Guna memperjelas konstruksi perkara, polisi berencana memanggil pengelola sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari SPPG Bogowanti.

"Klarifikasi ini bertujuan menemukan fakta, apakah masalah seperti susu yang meledak itu hanya terjadi di SDN Sendangrejo atau juga di sekolah lain. Saat ini sekolah-sekolah lain belum dipanggil," ujar Zaenul.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan tempat makan (ompreng) yang masih berisi sisa makanan serta sampel susu kemasan yang telah didistribusikan kepada para siswa. Sampel tersebut kini tengah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Zaenul menegaskan, apabila hasil uji laboratorium membuktikan susu atau makanan yang dikonsumsi siswa dalam kondisi tidak layak atau basi, penyidik akan menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat pemasok atau distributor.

Selain itu, Polres Blora berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora untuk meminta rekam medis serta keterangan tenaga kesehatan yang menangani para korban di unit gawat darurat (UGD).

Dinkesda Ambil Sampel dan Temukan Kejanggalan

Secara terpisah, tim Dinkesda Blora melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Bogowanti. Petugas memeriksa area gudang penyimpanan, alur keluar-masuk bahan pangan, kebersihan tempat makan, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Kami mengecek gudang, alur penerimaan dan pengeluaran barang, kebersihan tempat makan, serta penyimpanan bahan makanan. Sampel makanan juga sudah kami kirim ke laboratorium," kata Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu.

Tutik menegaskan, Dinkesda belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium atas seluruh sampel menu yang disajikan.

Di sela inspeksi, petugas Dinkesda menemukan kejanggalan pada salah satu armada distribusi yang membawa tempat makan dalam kondisi sudah bersih tanpa sisa makanan. Temuan ini memunculkan dugaan adanya sisa makanan yang sengaja dibuang.

Saat dikonfirmasi petugas, pengemudi kendaraan distribusi tersebut membantah telah membuang sisa makanan. Ia mengklaim seluruh makanan telah habis dikonsumsi siswa, sementara sebagian produk susu ditarik kembali karena diduga bermasalah. (Rgw/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!