PATI, kawaljateng.com – Berdiri sejak satu dekade lalu, komunitas sosial Ayo Berbagi Pati terus konsisten menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di Kabupaten Pati. Mengusung semangat kepedulian antar sesama, seluruh penggerak komunitas ini murni bekerja secara sukarela tanpa menerima bayaran sedikit pun.
Ketua Ayo Berbagi Pati, Bagus Pujiono, mengungkapkan bahwa seluruh relawan—mulai dari kalangan remaja, dewasa, hingga ibu-ibu RT setempat—mendedikasikan waktu dan tenaganya secara tulus untuk membantu warga kurang mampu, lansia, hingga kelompok rentan.
"Yang bergerak pure relawan semua. Kita semua tidak ada yang digaji, dari teman-teman yang menyalurkan sampai ibu-ibu RT setempat," ujar Bagus saat ditemui di kantor sekretariat yang berlokasi di Dukuh Klegen, Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati.
Rutin Bagi Makanan hingga Siagakan Ambulans Gratis
Dedikasi para relawan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan rutinitas mingguan. Setiap Jumat malam, mereka menyusuri area kota untuk membagikan nasi siap santap kepada para pekerja informal, tukang becak, pengemis, gelandangan, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Tidak hanya bantuan pangan, Ayo Berbagi Pati juga memfasilitasi kebutuhan darurat kesehatan warga melalui penyediaan armada ambulans gratis.
"Kami juga ada ambulans untuk orang kurang mampu yang butuh diantar ke fasilitas layanan kesehatan, bisa diakses gratis," tambahnya.
Rela Menyewa Perahu Tembus Lokasi Banjir
Ketangguhan para relawan tanpa gaji ini makin teruji saat musibah bencana alam melanda daerah berjuluk Bumi Pesantenan. Ketika banjir besar menerjang permukiman warga selama lebih dari dua pekan, para relawan turun langsung membawa bantuan melalui aksi Makan Banjir Gratis (MBG).
Tiap dua hari sekali, mereka menyalurkan lebih dari 500 paket nasi bungkus beserta obat-obatan ke titik-titik terdampak paling parah. Bahkan, relawan rela menyewa perahu demi menembus genangan air agar bantuan bisa sampai langsung ke tangan masyarakat yang terisolasi.
"Banjir kemarin kami keliling ke tempat terdampak. Kami sewa perahu untuk menuju lokasi yang sulit dijangkau," papar Bagus.
Inisiatif Ramadan dan Pemberdayaan UMKM
Memasuki bulan suci Ramadan, aksi kemanusiaan komunitas ini makin giat. Setiap hari Minggu selama Ramadan, mereka menggelar acara Buka Puasa Bersama di Alun-Alun depan Kantor Pemkab Pati. Sebanyak 300 hingga 500 porsi makanan berat dan takjil disediakan secara gratis bagi pengemudi ojek online, tukang becak, dan masyarakat sekitar. Program ini tercatat telah berjalan rutin selama tiga tahun terakhir.
Tak berhenti di situ, Ayo Berbagi Pati juga kerap menjalankan program memborong jualan pedagang kecil atau UMKM lokal untuk kemudian dibagikan gratis kepada pengguna jalan. Langkah ini sengaja dirancang untuk membantu memutar roda perekonomian pedagang di tingkat bawah.
Dukungan Donatur dan Perayaan 10 Tahun
Bagus menyebutkan, keberlanjutan misi sosial selama 10 tahun ini tak lepas dari soliditas tim serta aliran kebaikan dari berbagai pihak, baik donatur dalam negeri maupun luar negeri.
Menandai momen satu dekade pengabdiannya di Pati, komunitas ini merencanakan agenda syukuran khusus dengan merangkul anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah kita bisa konsisten berkat support relawan, teman, dan donatur dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini kita 10 tahun, nanti ada kegiatan merayakan itu, biasanya kita ajak anak yatim yang kurang mampu," pungkas pria asal Jakenan tersebut. (Sgh/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!