31 Oktober 2026
NAVIGASI KATEGORI

Infeksi ISPA di Pati Capai 135.736 Kasus

Infeksi ISPA di Pati Capai 135.736  Kasus
Foto: Ilustrasi orang terkena ISPA. (pixabay)

PATI, KawalJateng.com - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pati terbilang tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat akumulasi penemuan kasus ISPA menembus angka 135.736 kasus sejak Januari hingga September 2026.

Ratusan ribu kasus ISPA itu dihimpun secara berkala dari seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) daerah setempat. Jumlah temuan kasus terbilang relatif stabil tanpa lonjakan drastis, yakni berada di kisaran 13 ribu hingga 16 ribu kasus setiap bulannya.

Rincian kasus bulanan mencatatkan Januari sebanyak 16.378 kasus, Februari 15.903 kasus, Maret 14.282 kasus, April 15.690 kasus, Mei 15.017 kasus, Juni mencapai puncak tertinggi yaitu 16.667 kasus. Sementara, pada Juli tercatat 14.019 kasus, Agustus 14.511 kasus, dan September sebanyak 13.269 kasus.

Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kabupaten Pati, Syamsul Ma’arif menyampaikan kasus ISPA di Bumi Pesantenan sangat konsisten. Merebaknya kasus ISPA dipicu oleh perpaduan berbagai faktor, di antaranya persoalan kondisi lingkungan, sanitasi, faktor personal, hingga paparan cuaca terik selama musim kemarau.

“Kalau ISPA ada banyak faktor, ada faktor juga lingkungan, faktor sanitasi, faktor personal, lingkungan juga mempengaruhi, salah satu yang mempengaruhi misalnya cuaca panas biasanya cuaca panas otomatis tenggorokan terpengaruh dan batuk meningkat,” terangnya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes Kabupaten Pati mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari saat cuaca terik. Masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah juga diminta untuk membentengi diri dengan alat pelindung yang memadai guna menjaga daya tahan tubuh.

“Untuk mengantisipasi ISPA di musim kemarau karena cuacanya panas juga. Mungkin pertama ketika keluar rumah diupayakan jangan diwaktu yang terik atau panasnya, mungkin bisa pagi atau sore atau misalkan terpaksa keluar di siang hari bisa menggunakan alat pelindung diri misalkan pakai masker, pakai helm, pakai jaket. Sehingga kondisi tubuh tidak terpengaruh dengan cuaca panas,” pesannya. (Sgh/Red)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!