BLORA, kawaljateng.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), tidak memberikan tanggapan saat ditanya mengenai temuan penggunaan minyak goreng rakyat bersubsidi Minyakita di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Pertanyaan tersebut diajukan wartawan usai Zulhas meninjau bantuan Bioflok di Koperasi Merah Putih Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Jumat (31/7/2026). Namun, alih-alih menjawab substansi pertanyaan, Zulhas memilih mengalihkan pembahasan.
"Sekarang ngomong lele dulu ya," ujar Zulhas singkat.
Sebelumnya, penggunaan Minyakita di SPPG Bogowanti menjadi perhatian publik setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak menyusul dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden yang terjadi pada Senin (20/7/2026) itu mengakibatkan 19 siswa sekolah dasar menjalani penanganan medis di Puskesmas Ngawen. Hingga kini, proses penelusuran terkait peristiwa tersebut masih berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas lebih banyak memaparkan sinergi antara Program MBG dan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, kedua program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha lokal.
"Nanti SPPG itu perlu ikan, perlu macam-macam, itu disuplai oleh koperasi desa, disuplai oleh nelayan dan seterusnya," kata Zulhas.
Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung bagi Koperasi Merah Putih di wilayah pesisir agar hasil tangkapan nelayan dapat ditampung sehingga tidak harus dijual dengan harga rendah kepada tengkulak.
Sementara itu, koperasi di wilayah daratan didorong mengembangkan usaha yang mampu memasok kebutuhan bahan baku bagi dapur MBG.
"Kalau nggak laku dibeli oleh koperasi, nanti koperasi suplai ke SPPG," ujarnya.
Melalui sinergi kedua program tersebut, pemerintah berharap tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Nggak cukup hanya, kamu susah ya, kasih 10 kilo, nggak begitu. Karena produktif itu, kehormatan," tutup Zulhas.
Sebelumnya diberitakan, keberadaan Minyakita di dapur SPPG Bogowanti menjadi sorotan setelah ditemukan saat inspeksi gabungan pascainsiden dugaan keracunan peserta Program Makan Bergizi Gratis. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan penggunaan Minyakita dengan penyebab insiden tersebut, dan proses penyelidikan oleh pihak berwenang masih berlangsung. (Rgw/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!