PATI, KawalJateng.com - Fenomena puluhan ribu ikan sapu-sapu memenuhi kawasan bendungan karet di aliran Sungai Silugonggo menjadi perhatian warga. Ikan terlihat bergerombol di sekitar aliran sungai yang debit airnya mulai surut akibat musim kemarau, Rabu, 2 September 2026.
Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah warga untuk menangkap ikan sapu-sapu yang memenuhi kawasan bendungan. Warga menangkap ikan menggunakan berbagai peralatan sederhana, kemudian mengumpulkannya untuk dijual kepada pengepul.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo mengaku tidak mengkhawatirkan fenomena ini. Pasalnya, ikan tersebut sudah diambil oleh warga dan dijual ke perusahaan pakan ternak.
"Saya lihat di-medsos kan diambili warga, katanya kan dijual ke pengepul lalu diolah ke pabrik pakan ternak. Ini justru bagus untuk mengurangi jumlah ikan invasif ini," kata Tulus ketika dikonfirmasi KawalJateng.com, hari ini.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan populasi ikan invasif ini. Pasalnya, selain sangat berbahaya bagi ekosistem sungai, keberadaan ikan ini juga dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh oknum nakal untuk membuat olahan makanan.
"Kita tetap memantau, karena perkembangan ikan ini sangat cepat dan merusak ekosistem sungai. Masyarakat juga hati-hati untuk tidak mengolah ikan ini menjadi makanan pokok," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!