REMBANG, KawalJateng.com – Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan ekosistem Smart City pada tahun 2026 menghadapi tantangan besar. Hingga pertengahan tahun ini, aplikasi Rembang Gemilang Mobile yang diproyeksikan sebagai pusat layanan publik digital terintegrasi dikabarkan belum dapat diakses secara optimal oleh masyarakat.
Padahal, proyek strategis yang bertujuan mempermudah administrasi dan kanal aduan warga dalam satu genggaman tersebut telah menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp99 juta.
Berdasarkan penelusuran di platform Google Play Store, hambatan operasional pada aplikasi ini rupanya telah menjadi perhatian publik sejak lama. Platform yang memikul ekspektasi besar masyarakat tersebut mendapatkan banyak ulasan negatif dan saat ini mengantongi rating 3,6. Mayoritas pengguna memberikan penilaian bintang satu akibat kendala teknis yang bersifat mendasar dan terjadi secara berulang.
Beberapa pengguna mengeluhkan sulitnya melakukan registrasi awal. Akun bernama Ferdiansyah pada Juni 2023 menuliskan pengalamannya, "Buat aplikasi kaga niat, mau daftar aja kaga bisa... Mending hapus aja aplikasinya." Keluhan senada juga diutarakan oleh kubis nia pada Mei 2026, yang menyatakan aplikasi berjalan lambat (lemot) serta fitur pemantauan CCTV daerah maupun layanan publik lainnya mengalami eror. Masalah kegagalan sistem saat mendaftar ini tercatat sudah dilaporkan oleh warga sejak awal tahun 2023.
Tanggapan Dinkominfo Rembang
Menanggapi kendala operasional serta adanya keluhan teknis dari masyarakat terhadap proyek tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang, Budiyono, memberikan penjelasannya. Pihaknya menegaskan bahwa tim teknis internal saat ini tengah berfokus melakukan perbaikan dan pembaruan sistem demi menyelamatkan fungsi aplikasi.
"Nanti kami update perkembangannya, Mas. Target bisa kami rilis lagi akhir tahun, Mas. Ini tim teknis kami sedang proses update lagi, nanti perkembangannya kami kabari nggih," ujar Budiyono saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis WhatsApp, Selasa (30/6/2026).
Berpacu dengan Tenggat Waktu
Kondisi belum siapnya aplikasi di lapangan ini memicu perhatian dari berbagai pihak. Adanya rentang keluhan teknis dari tahun 2023 hingga pertengahan 2026 memperlihatkan tantangan nyata dalam aspek pemeliharaan (maintenance) aplikasi. Dengan sisa waktu beberapa bulan menuju akhir tahun, Dinkominfo Rembang kini harus berpacu dengan tenggat waktu yang kian menyempit.
Realisasi janji perilisan ulang pada akhir tahun 2026 mendatang akan menjadi pembuktian krusial bagi Pemkab Rembang. Langkah ini dinilai menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam mengejar target Smart City, sekaligus memastikan efisiensi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah. (KJ/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!