REMBANG, kawaljateng.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bergerak cepat merespons kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang melanda wilayahnya dalam beberapa waktu terakhir. Bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), Pemkab menggelar operasi pasar khusus di Kecamatan Rembang pada Senin (8/6/2026) guna menstabilkan pasokan dan harga di tingkat konsumen.
Langkah intervensi ini diambil setelah adanya lonjakan permintaan yang signifikan dari masyarakat. Uniknya, meroketnya konsumsi tabung "melon" ini dipicu oleh kearifan lokal, yakni maraknya musim hajatan pernikahan serta tradisi tahunan sedekah bumi (sedekah desa) yang digelar serentak oleh warga setempat.
Imbas Dapur Warga Ngebul Serentak
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menjelaskan bahwa tingginya intensitas kegiatan adat dan sosial di masyarakat membuat pola konsumsi energi berubah drastis dari hari biasa.
"Meningkatnya permintaan dari masyarakat hari ini karena banyak warga yang punya hajat dan tradisi sedekah desa. Kegiatan-kegiatan tersebut membuat warga memasak dalam porsi besar, sehingga memerlukan konsumsi LPG 3 kg di atas kebutuhan normal," ujar Mahfudz di sela-sela memantau jalannya operasi pasar.
Berdasarkan hasil pemetaan jajarannya, Kecamatan Rembang menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan dan permintaan tertinggi dibandingkan 13 kecamatan lainnya di Kabupaten Rembang. Hal inilah yang mendasari pemilihan lokasi operasi pasar perdana tersebut.
Syarat Ketat: Wajib KTP dan Tabung Kosong
Antrean warga dan pelaku usaha mikro tampak mengular namun tetap tertib di lokasi penyaluran resmi. Guna mengantisipasi aksi borong (panic buying) dan praktik spekulan oleh pengecer nakal, Pemkab Rembang menerapkan sistem pengawasan ketat yang dikawal langsung oleh petugas Dindagkop serta Satpol PP.
Masyarakat yang ingin membeli diwajibkan mengikuti regulasi baru, antara lain:
- Menunjukkan kartu identitas resmi (KTP).
- Membawa tabung kosong LPG 3 kg sebagai penukar.
- Batasan pembelian maksimal satu tabung per KTP.
- Harga dipatok tegas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) daerah, yaitu Rp18.000 per tabung.
Mahfudz juga memberikan garansi kepada masyarakat bahwa pasokan tambahan untuk operasi pasar ini murni merupakan kuota ekstra dari Pertamina. "Pelaksanaan operasi pasar ini sama sekali tidak mengurangi kuota reguler harian yang dialokasikan untuk Kabupaten Rembang," tegasnya.
Jeritan dan Nafas Lega Pelaku Usaha Mikro
Kondisi lapangan sebelum adanya operasi pasar diakui cukup mencekik masyarakat kecil. Sri Endang Wati, salah seorang pedagang di Pasar Rembang, menuturkan bahwa dalam sepekan terakhir komoditas subsidi ini sangat sulit ditemui di tingkat pengecer.
"Ini sangat membantu sekali bagi kami, karena di masyarakat saat ini mencari LPG 3 kg sangat sulit. Bahkan kalaupun ada, harganya pasti mahal (di atas HET). Tapi karena butuh untuk jualan, ya terpaksa tetap dibeli. Dengan adanya operasi pasar berharga murah ini, kami merasa sangat diringankan," ungkap Sri.
Pemkab Rembang menyatakan akan terus memantau pergerakan stok di seluruh agen dan pangkalan pasca-operasi pasar ini. Jika tren permintaan akibat tradisi sedekah bumi ini masih tinggi, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk memperluas jangkauan operasi pasar ke kecamatan lain demi menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah.(kj/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!