PATI, KawalJateng.com - Seorang montir menemukan bayi dengan kondisi ari-ari masih menempel. Kejadian itu berada di bengkelnya pada hari ini, Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, tepatnya di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.
Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh Slamet (67), ketika sedang akan membuka bengkel miliknya. Setiap hari, Slamet bekerja di bengkel tersebut sekaligus sebagai pemilik.
"Sebelum buka toko, saya ke belakang area bengkel. Tiba-tiba saya melihat kardus bergerak-gerak di atas tempat duduk. Setelah saya lihat, ternyata isinya seorang bayi," ujarnya, hari ini.
Sesegera mungkin, ia memanggil karyawannya supaya membantu memberi informasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ketanen. Bayi malang itu pun dilaporkan kepada perangkat desa (perades) Desa Ketanen.
Pemdes Ketanen menindaklanjuti peristiwa tersebut hingga membawa sang bayi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Trangkil untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Desa (Kades) Ketanen juga telah melaporkan temuan bayi perempuan dari bengkel itu kepada kepolisian sektor (polsek), yakni Polsek Wedarijaksa.
"Saya tahu dikabari dari perangkat saya, dari pihak puskesmas dan Pak Polsek Wedarijaksa. Kemudian saya langsung ke lokasi," ungkap Hari Pribadi selaku Kades Ketanen.
Menurut Hari, kondisi bayi saat ditemukan terlihat seperti kelaparan. Diperkirakan bayi tersebut telah berada di lokasi sekitar empat hingga lima jam sebelum ditemukan.
"Kelihatan kelaparan, kemungkinan sebelum ditemukan sekitar empat sampai lima jam. Kemudian bayi diberikan susu oleh bidan desa. Darahnya sudah kering dan masih lengkap ari-arinya," jelasnya.
Hingga kini belum diketahui siapa orang yang meninggalkan bayi tersebut maupun siapa orang tua bayi.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wedarijaksa, AKP Suntoro membenarkan adanya penemuan bayi perempuan tersebut. Polisi masih mengumpulkan informasi dan pendalaman untuk mengetahui kronologi penemuan bayi serta mengungkap pelaku yang meninggalkan bayi tersebut di bengkel.
"Nantinya ini masih mengumpulkan data-data di lokasi," terangnya saat dikonfirmasi awak media siang ini. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!