kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
11 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Minat Nyantri di Pati Tetap Tinggi, Ini Alasan Utamanya

Minat Nyantri di Pati Tetap Tinggi, Ini Alasan Utamanya
Kasi PD Pontren Kemenag Pati, Darmanto, saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kesiapan tata kelola dan komitmen pesantren ramah anak di Kabupaten Pati. (Foto: KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com – Minat masyarakat di Kabupaten Pati untuk memondokkan anak-anak mereka di pondok pesantren (ponpes) dinilai masih cukup tinggi pada tahun ajaran baru 2026 ini. Sistem pendidikan pesantren yang mengintegrasikan sekolah formal dengan penguatan moral spiritual disinyalir menjadi alasan utama para orang tua tetap menaruh kepercayaan besar pada institusi ini.

Saat ini, gelombang penerimaan santri baru di Kabupaten Pati telah berjalan dinamis. Bahkan, bagi ponpes yang memfasilitasi santri dengan sistem asrama terpadu, proses pendaftaran sudah dibuka sejak April lalu guna memitigasi kesiapan calon santri secara lebih dini.

"Penerimaan santri baru di ponpes Kabupaten Pati ini sudah mulai. Ada yang sejak April kemarin karena berkaitan dengan kapasitas asrama pondok. Apalagi asramanya beberapa ada yang terintegrasi dengan sekolah formal, mulai dari MI, MTs, hingga MA. Jadi dipilih lebih awal sesuai kriteria dan ketersediaan asrama," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Darmanto, saat diwawancarai awak media, Kamis (9/7/2026).

Darmanto menjelaskan bahwa ponpes yang membuka pendaftaran lebih awal umumnya memiliki kebijakan internal mandiri dalam menentukan kriteria kelayakan santri, mengingat kurikulum pesantren sifatnya fleksibel dan adaptif.

Komitmen Pesantren Ramah Anak

Menyikapi dinamika lingkungan pendidikan belakangan ini, Kemenag Kabupaten Pati bergerak cepat memastikan seluruh ekosistem pesantren di wilayahnya berjalan aman, nyaman, dan inklusif. Pembinaan secara masif terus digencarkan ke seluruh ponpes tanpa terkecuali, dengan mengedepankan standardisasi Pesantren Ramah Anak.

Rambu-rambu pengasuhan yang disosialisasikan kepada para kiai, nyai, dan pengawas mencakup:

Sistem Pengasuhan Berbasis Kasih Sayang: Menghilangkan segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.

Perlindungan Total: Memastikan santri bebas dari tindakan diskriminasi dan perundungan.

Fasilitas Tumbuh Kembang: Menyediakan daya dukung yang optimal bagi kesehatan fisik dan mental santri.

"Kebutuhan santri itu berbeda-beda. Kami sosialisasikan kriteria pondok pesantren ramah anak ini secara ketat, mulai dari kompetensi pengasuh, sanad keilmuan, hingga kelayakan penanganan santrinya," tambah Darmanto.

Digitalisasi Data Lewat EMIS 4.0

Dari sisi tata kelola administrasi, Kemenag Pati juga memastikan transparansi dan pembaruan data secara real-time. Saat ini, tercatat sebanyak 290 ponpes di Kabupaten Pati telah resmi terintegrasi di dalam sistem Education Management Information System (EMIS) 4.0.

Akselerasi pemutakhiran data oleh para operator pesantren saat ini tengah dikebut karena berkaitan langsung dengan pemenuhan syarat pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Magnet Pendidikan Moral

Meski sempat diterpa isu miring terkait keamanan di lingkungan lembaga keagamaan beberapa waktu lalu, arus kepercayaan masyarakat Pati terhadap ponpes terbukti tidak menyurut. Pola pendidikan yang berjalan intensif dari siang, sore, malam, hingga subuh dinilai menjadi benteng terbaik bagi karakter anak di era modern.

"Trennya masih sama karena orang tua sudah menaruh kepercayaan besar pada pesantren. Diakui atau tidak, integrasi pendidikan akhlak di ponpes yang berjalan penuh dari sepulang sekolah formal hingga subuh menjadi pertimbangan utama mengapa orang tua tetap memilih memondokkan anaknya," pungkas Darmanto. (Sgh/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!