kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
10 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Sempat Tersendat, Pemkab Pati Pastikan Beasiswa CSR Mahasiswa Mulai Cair

Sempat Tersendat, Pemkab Pati Pastikan Beasiswa CSR Mahasiswa Mulai Cair
Mahasiswa bersama orang tuanya saat mendatangi Kantor Bupati Pati untuk menagih pencairan beasiswa yang sempat tertunda, beberapa waktu lalu.

PATI, KawalJateng.com - Setelah sempat tersendat sejak April 2026, sejumlah perusahaan dan lembaga non-pemerintah di Kabupaten Pati kembali berkomitmen mencairkan dana beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Program beasiswa ini merupakan terobosan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sejak periode kepemimpinan Bupati Sudewo dan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.

Sebagai informasi, beasiswa tersebut menyasar 183 mahasiswa asal Kabupaten Pati yang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) pada tahun 2025. Dana bantuan ini bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pati.

Adapun rincian besaran beasiswa yang diberikan meliputi:

  • Mahasiswa kondisi miskin: Rp 1.000.000
  • Mahasiswa kondisi miskin ekstrem: Rp 1.500.000
  • Mahasiswa jurusan Ilmu Kedokteran: Rp 2.500.000

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, menyampaikan bahwa dana beasiswa untuk periode tiga bulan (April, Mei, dan Juni) saat ini sudah dapat diterima oleh para mahasiswa.

Ia menyebutkan, lembaga dan perusahaan yang mencairkan dana pada tahap ini di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PT BPR Bank Daerah Pati, PT BPR BKK Jateng, dan PDAM Tirta Bening.

"BAZNAS, PT BPR Bank Daerah, PDAM, dan PT BPR BKK, CSR-nya untuk tiga bulan (sudah siap)," ujar Sunarji saat dihubungi awak media, Jumat (10/7/2026).

Sunarji meluruskan bahwa untuk bulan-bulan berikutnya, pencairan akan dilanjutkan oleh penyedia CSR lainnya. "Untuk bulan berikutnya besok dari penyedia CSR yang lain," ungkapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum orang tua mahasiswa, Deddy Gunawan, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini sempat terjadi karena adanya dinamika komitmen dari beberapa perusahaan.

"Tertunda karena beberapa perusahaan mengundurkan diri dan tidak konsisten di program tersebut. Untuk beasiswa periode April sampai Juni, keterlambatan akan diberikan minggu depan. Pak Plt (Pelaksana Tugas) Bupati akan menyelesaikan program ini sampai wisuda," tegas Deddy.

Akibat tersendatnya pencairan selama tiga bulan tersebut, Deddy menyebut ada sekitar 27 mahasiswa yang sempat terpaksa berhenti kuliah karena kendala biaya hidup. Namun, dengan adanya kepastian komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda), ia berharap para mahasiswa dapat kembali bersemangat melanjutkan studi.

"Sempat ada 27 anak yang kuliahnya terhenti, tapi sekarang sudah bisa kuliah kembali. Harapannya anak-anak kita punya jiwa semangat lagi untuk menyelesaikan kuliah," pungkasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!