KAWALJATENG.COM, BLORA – Akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Blora menuju Cepu kini dipastikan semakin terang dan aman bagi para pengguna jalan pada malam hari. Pemerintah pusat resmi menggelontorkan bantuan infrastruktur berupa 40 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) baru melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Inaproc Kementerian Perhubungan, proyek pengadaan 40 unit PJU jenis lampu lengan tunggal tersebut menelan total anggaran sebesar Rp1 miliar. Dengan total pagu tersebut, nilai investasi untuk setiap titik fasilitas penerangan jalan ini menyentuh angka Rp25 juta.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Perlengkapan Jalan (SPPJ) Dinas Perumahan, Rakyat, dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Peny Astuti, membenarkan adanya realisasi proyek strategis nasional tersebut di wilayahnya. Ia memastikan seluruh unit PJU bantuan pusat tersebut kini telah selesai dipasang dan beroperasi penuh.
“Sudah terpasang di ruas jalan nasional Blora-Cepu. Tepatnya di wilayah Brok Brosot ke arah timur, dan saat ini kondisinya sudah menyala serta berfungsi dengan baik,” ujar Peny kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Hadirnya tambahan puluhan lampu lengan tunggal ini secara signifikan menambah jumlah titik penerangan jalan di Kabupaten Blora, yang selama ini terus dioptimalkan baik di tingkat jalan kabupaten, provinsi, maupun jalur nasional.
Pemkab Imbangi Lewat Alokasi APBD Daerah
Tidak hanya berpangku tangan pada kucuran dana dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di bawah kepemimpinan daerah juga bergerak taktis mempercepat pemerataan penerangan di jalur-jalur lokal yang rawan.
Melalui pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkab Blora secara swadaya mengalokasikan pengadaan tambahan sebanyak 58 unit PJU baru. Langkah intervensi APBD ini difokuskan untuk menerangi jalur alternatif antardesa dan kecamatan yang dinilai membutuhkan perhatian ekstra guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas maupun potensi kriminalitas di malam hari.
“Untuk PJU yang bersumber dari anggaran daerah (APBD), titik pemasangannya kami lakukan di dua ruas jalan kabupaten, yaitu ruas Keser-Nglangitan dan ruas Cabak-Bleboh,” tambah Peny Astuti.
Lewat kolaborasi strategis antara anggaran pusat (APBN) dan anggaran daerah (APBD) di tahun 2026 ini, secara akumulatif terdapat tambahan 98 titik lampu penerangan baru di Blora. Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat yang melintas, sekaligus memberikan rasa aman yang optimal bagi warga Blora maupun pengendara yang melintasi jalur perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur tersebut. (kj/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!