KAWALJATENG.COM, Rembang – Teka-teki mengenai hilangnya tautan unduhan dan perubahan mendadak pada Logo serta Brand Guidelines Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 masih menyisakan tanda tanya besar di kalangan publik. Otoritas terkait hingga kini masih enggan memberikan kejelasan mengenai alasan di balik kebijakan tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai perubahan logo yang terjadi secara tiba-tiba, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, memilih untuk tidak memberikan komentar banyak.
"Mohon maaf, saya belum bisa memberikan statement nggih," ujar Isti Choma Wati singkat melalui pesan digital pada Minggu (5/7/2026).
Sikap irit bicara dari pihak Dinbudpar ini semakin memicu pertanyaan masyarakat. Pasalnya, sebelum halaman unduhan di situs resmi berubah menjadi “ERROR 404 - Not Found!”, Pemkab Rembang melalui Dinbudpar sempat merilis pernyataan resmi yang membanggakan logo geometris hasil kolaborasi bersama komunitas Rembang Creators.
Salah seorang perwakilan warga, Yulianto, menyayangkan hilangnya transparansi informasi terkait simbol peringatan hari lahir daerah ini.
"Masyarakat mempertanyakan, logo yang sebenarnya sudah jadi, berfilosofi matang, dan bahkan sempat dipublikasikan secara luas bersama komunitas kreatif itu kenapa tiba-tiba halamannya hilang dan berubah? Harus ada penjelasan transparan dari panitia agar tidak memicu spekulasi liar," tegas Yulianto.
Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu langkah lanjutan dari Panitia Hari Jadi ke-285 maupun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Rembang untuk meluncurkan ulang panduan resmi aset visual yang sah agar dapat digunakan oleh masyarakat luas. (Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!