kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
4 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Kementan Alokasikan 76 Unit Irigasi Perpompaan di Rembang, Kecamatan Sumber Terima Porsi Terbanyak

Kementan Alokasikan 76 Unit Irigasi Perpompaan di Rembang, Kecamatan Sumber Terima Porsi Terbanyak
Kementan Alokasikan 76 Unit Irigasi Perpompaan di Rembang, Kecamatan Sumber Terima Porsi Terbanyak

REMBANG, kawaljateng.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung resmi menetapkan alokasi Kegiatan Pekerjaan Konstruksi Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Rembang. Berdasarkan data lampiran acuan resmi, Kecamatan Sumber menjadi wilayah penerima manfaat terbesar dalam program penguatan infrastruktur pengairan ini.

Dari total 76 unit irigasi perpompaan yang dialokasikan untuk Kabupaten Rembang, Kecamatan Sumber mengantongi porsi dominan sebanyak 41 unit atau setara dengan 53,9 persen.

Selebihnya, alokasi bantuan didistribusikan ke tiga kecamatan lain, yakni Kecamatan Kaliori sebanyak 16 unit (21,1%), Kecamatan Gunem 14 unit (18,4%), dan Kecamatan Sulang sebanyak 5 unit (6,6%). Seluruh titik bantuan menyasar kelompok tani (poktan) setelah dinyatakan lolos verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan kini siap memasuki tahap pemberkasan administrasi.

Untuk menjamin efektivitas program dan ketepatan titik bor, tim teknis di lapangan saat ini tengah melakukan tahapan pengujian geolistrik secara paralel. Langkah pengujian ini difokuskan untuk memetakan struktur batuan bawah tanah guna mendeteksi letak akuifer (lapisan pembawa air) yang memiliki potensi debit air optimal.

Realisasi program pompanisasi ini mendapatkan respons positif dari para pelaku pertanian di tingkat tapak yang kini mulai bersiap menghadapi fase musim kemarau.

Rondi, salah seorang anggota Kelompok Tani (Poktan) Subur I, menyatakan bahwa kepastian alokasi sumber air melalui irigasi perpompaan ini sangat krusial bagi keberlanjutan masa tanam, terutama bagi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan pasokan air stabil.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak dinas dan kementerian terkait atas bantuan irigasi perpompaan ini. Ini sangat bermanfaat, terlebih saat memasuki musim kemarau di mana mayoritas petani di wilayah kami menanam tembakau. Adanya fasilitas ini sangat membantu dalam menjaga kondisi tanaman," ujar Rondi saat ditemui di lokasi verifikasi teknis.

Pemerintah berharap, kombinasi antara percepatan pemberkasan administrasi dan akurasi survei geolistrik dapat mempercepat fase konstruksi fisik di lapangan. Targetnya, 76 unit irigasi perpompaan ini dapat segera beroperasi penuh guna menjaga stabilitas dan produktivitas pangan di Kabupaten Rembang sepanjang Tahun Anggaran 2026. (Kj/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!