PATI, KAWALJATENG.COM — Eskalasi penanganan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pati kembali memanas. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran selama lima hari berturut-turut di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.
Aksi ini dipicu oleh kaburnya Kepala Desa (Kades) Tlogosari yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. AMPB menilai pihak kejaksaan lalai dalam melakukan pengawasan dan penahanan terhadap tersangka sehingga menyebabkan yang bersangkutan melarikan diri.
"Kami akan turun ke jalan selama lima hari berturut-turut untuk menuntut ketegasan dan tanggung jawab Kejari Pati atas kaburnya Kades Tlogosari. Ini bukti penanganan kasus korupsi di Pati masih tebang pilih dan lemah," ujar perwakilan AMPB dalam keterangannya.
Sesuai 'Tantangan' Kajari Pati
Rencana aksi unjuk rasa maraton ini seolah merespons pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati, Hari Wibowo, yang sebelumnya mempersilakan masyarakat untuk berdemo jika merasa tidak puas dengan kinerja instansinya.
Namun, Kajari menegaskan agar setiap aksi kritik dan unjuk rasa disampaikan secara bijak dan berbasis bukti hukum yang dipertanggungjawabkan, bukan sekadar tuduhan tanpa dasar.
"Seperti saya sampaikan, komitmen saya mengutamakan pencegahan bukan penindakan. Demo silakan, saya tidak ada masalah, asalkan mereka bisa mempertanggungjawabkan. Jangan menuduh bahwa kami begini-begitu tanpa bukti," tegas Hari Wibowo saat ditemui di Pemkab Pati beberapa waktu lalu.
Desak Pembentukan Tim Pemburu Buronan
Selain menggelar aksi demonstrasi, AMPB mendesak Kejari Pati untuk segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan membentuk tim khusus guna menangkap kembali Kades Tlogosari.
Di sisi lain, kejaksaan diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi kaburnya tersangka guna menepis spekulasi publik serta menjaga transparansi penegakan hukum di wilayah Kabupaten Pati. (Eko/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!