PATI, KawalJateng.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana agar aliran Sungai Silugonggo yang mengering dapat suplai air dari Waduk Kedungombo yang berada di Kabupaten Grobogan. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di hadapan awak media, Senin, 7 September 2026.
Pemkab Pati memberi perhatian penuh pada kondisi pertanian di wilayah Bumi Mina Tani. Pasalnya, mayoritas perekonomian masyarakat bertumpu pada pertanian, khususnya padi.
"Untuk wilayah tanaman persawahan, kami sudah bernegosiasi dengan BBWS. Dan, alhamdulillah tanggal 15 September nanti dari Waduk Kedungombo akan dibuka dialirkan ke Sungai Silugonggo," paparnya.
Ia tak ingin sumber pangan di Kabupaten Pati terhambat hanya karena faktor kekeringan. Sehingga pada tanggal 15 September 2026, Sungai Silugonggo memperoleh suplai air dari Waduk Kedungombo.
Ia juga memiliki rencana jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di sektor pertanian. Ia berencana bakal membuat sumur-sumur di berbagai titik daerah berisiko kekeringan.
"Jangka panjangnya ini kami baru negosiasi ataupun diskusi dengan pihak-pihak kecamatan supaya kami bisa membuat sumur-sumur di daerah terdampak kekeringan. Jadi tidak hanya kita tiap tahun harus mengirimkan truk tangki, tapi kami akan mencari sumber-sumber air di wilayah-wilayah terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan ini," tegasnya.
Chandra merancang agar teknologi bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi kekeringan di Kabupaten Pati. Pada tahun 2027, planning itu akan dimatangkan.
"Nah, nanti teknologi sekarang kan banyak sekali, nanti alih-alih dari geolistrik kami akan datangkan. Supaya titik-titik air ini bisa kita anggarkan nanti di 2027," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!