BLORA, KAWALJATENG.COM – Sebanyak lima desa di wilayah Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, menggelar seleksi pengisian Perangkat Desa (Perades) secara serentak guna mengisi 25 formasi jabatan yang kosong. Langkah ini menjadi sorotan publik demi memastikan pengisian ruang birokrasi tingkat bawah berjalan bersih dan akuntabel.
Pelaksanaan ujian kompetensi yang berfokus pada kemampuan operasional komputer tersebut dipusatkan di SMK Negeri 1 Kunduran pada Rabu (10/6/2026). Kelima desa yang melaksanakan pengisian lowongan jabatan ini meliputi Desa Cungkup, Jagong, Kemiri, Plosorejo, dan Kalangrejo.
Berdasarkan regulasi, proses seleksi dan keputusan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan serta hak otonom dari masing-masing pemerintah desa penyelenggara.
Lima Peserta Dinyatakan Gugur
Camat Kunduran, Lusiana, mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mengisi kekosongan jabatan di tingkat desa terbilang cukup tinggi. Dari data yang dihimpun panitia, tercatat ada 85 orang warga yang mendaftarkan diri dalam tahapan awal seleksi ini.
Namun, dari total pendaftar yang sempat lolos tahapan administrasi, hanya 80 peserta yang hadir untuk berkompetisi di meja ujian. Lima peserta lainnya dinyatakan absen dan langsung gugur dari sistem penilaian.
"Ada 85 peserta, yang tidak hadir ada 5 peserta," ujar Lusiana saat memantau langsung jalannya ujian di lokasi tes kepada KawalJateng.com.
Komitmen Bersih, Tutup Celah Transaksional
Menanggapi atensi publik dan isu sensitif yang kerap menerpa pengisian perangkat desa di wilayah Jawa Tengah, Lusiana memberikan garansi penuh bahwa proses seleksi tahun ini dikawal ketat agar berjalan terbuka, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak jajaran jajaran Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) memastikan tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik kecurangan, pungutan liar, maupun rumor jual beli jabatan yang terstruktur.
"Kami pastikan seleksi berjalan transparan dan sesuai aturan. Tidak ada jual beli jabatan," tegas Lusiana dengan nada lugas.
Efisiensi Anggaran dan Kesiapan Infrastruktur
Mengenai penunjukan SMK Negeri 1 Kunduran sebagai lokasi ujian kompetensi, pihak panitia gabungan antar-desa sepakat memilih lembaga pendidikan lokal tersebut atas pertimbangan objektivitas teknologi serta efisiensi anggaran negara.
Fasilitas laboratorium komputer yang dimiliki sekolah dinilai siap menunjang pelaksanaan ujian praktik secara transparan, di mana hasil kerja peserta dapat dipantau secara langsung dan minim manipulasi.
"SMKN 1 Kunduran dipilih karena fasilitasnya lengkap, dekat, dan biayanya lebih efisien. Sebelumnya kami juga menggunakan fasilitas sekolah untuk pelaksanaan kegiatan serupa," pungkas Camat Kunduran.
Proses seleksi ini diharapkan mampu melahirkan aparatur desa yang kompeten dalam pelayanan digital demi kemajuan tata kelola desa di Kabupaten Blora.(kj/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!