kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
19 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Ekonomi Rembang Melesat 6,64 Persen di Triwulan I-2026, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor Utama

Ekonomi Rembang Melesat 6,64 Persen di Triwulan I-2026, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor Utama
Foto: Dokumen istimewa / Redaksi kawaljateng.com

REMBANG, KAWAJATENG.COM – Memasuki awal tahun 2026, perekonomian Kabupaten Rembang menunjukkan performa yang sangat impresif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan I-2026 melesat hingga 6,64 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Akselerasi ini menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi lokal, mengingat pada tahun 2024 lalu pertumbuhan ekonomi Rembang sempat mengalami sedikit perlambatan di angka 5,08 persen setelah sebelumnya mencapai 5,20 persen pada tahun 2023.

Berdasarkan data yang dirilis BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rembang atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2026 ini sukses menyentuh angka Rp7.623,51 miliar.

Geliat Belanja Daerah dan Investasi Swasta

Melesatnya perekonomian Rembang di awal tahun ini dipicu oleh dua motor penggerak utama dari sisi pengeluaran. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatatkan lonjakan tajam hingga 19,35 persen, yang menunjukkan masifnya realisasi belanja dan program daerah sejak awal tahun.

Selain belanja pemerintah, sektor investasi juga bergerak progresif. Hal ini terlihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh meyakinkan di angka 10,59 persen, menandakan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Rembang yang semakin kondusif.

Tiga Lapangan Usaha Tumbuh di Atas 10 Persen

Kenaikan signifikan tidak hanya terjadi pada instrumen pengeluaran, tetapi juga tecermin pada sektor riil di lapangan. BPS mencatat ada tiga lapangan usaha utama yang tumbuh di atas 10 persen (y-on-y) pada awal tahun ini, yaitu:

  1. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
  2. Sektor Konstruksi
  3. Sektor Informasi dan Komunikasi

Kombinasi antara kuatnya kinerja sektor agraris-maritim serta masifnya proyek konstruksi fisik di Rembang terbukti ampuh menjadi penopang utama stabilitas ekonomi daerah saat ini.

Pekerjaan Rumah Pengentasan Kemiskinan

Meski pertumbuhan ekonomi meroket, Kabupaten Rembang masih memiliki tantangan domestik yang harus diselesaikan, terutama pada sektor kesejahteraan sosial. Berdasarkan data makro tahun 2025, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Rembang tercatat berada di angka 85,32 ribu jiwa atau setara dengan 13,01 persen.

Momentum pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 yang menyentuh angka 6,64 persen ini diharapkan mampu menstimulus sektor-sektor padat karya. Dengan demikian, kue pembangunan dapat dinikmati oleh lapisan masyarakat bawah guna mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di Rembang.

Bagi publik, akademisi, maupun pelaku usaha yang membutuhkan visualisasi data lengkap mengenai PDRB menurut Lapangan Usaha dan Pengeluaran, BPS Kabupaten Rembang membuka akses transparan via daring di laman resmi mereka, atau melalui Pelayanan Statistik Terpadu di Jl. Pemuda Km.1, Rembang pada hari kerja. (KJ/Red)

Komentar Warga (0)

Tinggalkan Tanggapan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!