kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
10 September 2026
Logo Mobile
Kategori

BGN Ancam Tutup Permanen Dapur Program MBG di Rembang usai Insiden Keracunan Massal

BGN Ancam Tutup Permanen Dapur Program MBG di Rembang usai Insiden Keracunan Massal
Trenggono menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan penuh terhadap Standard Operating Procedure (SOP) dalam penyiapan makanan. Foto : Dok. Kawal Jateng.

REMBANG, KAWALJATENG.COM  — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyikapi dugaan kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kabupaten Rembang. BGN memastikan akan menutup secara permanen Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang terbukti tidak layak dan melanggar standar operasional.

Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, usai memberikan arahan serta evaluasi mendalam kepada seluruh Kepala Dapur SPPG di wilayah Rembang.

"Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan," tegas Trenggono kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Soroti Ketidakpatuhan SOP dan Kelengahan Petugas

Trenggono menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan penuh terhadap Standard Operating Procedure (SOP) dalam penyiapan makanan. Menurutnya, kasus keracunan makanan yang berdampak pada anak-anak sekolah umumnya dipicu oleh kelengahan dan pelanggaran prosedur oleh pengelola dapur.

"Sering saya sampaikan bahwa intinya kalau ada kejadian, pasti ada ketidakpatuhan terhadap SOP. Nah, ini yang makanya harus kita tekankan terus kepada kepala dapur, kadang-kadang manusia lengah," ujar Trenggono.

Ia menambahkan bahwa kelengahan dalam program ini berakibat fatal karena langsung mempertaruhkan kesehatan para siswa.

Gandeng Pemkab Rembang untuk Sidak Lapangan

Guna mencegah kejadian serupa terulang, BGN merangkul Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk memperketat pengawasan. Pemkab Rembang dijadwalkan bakal menggelar inspeksi mendadak (sidak) secara langsung ke setiap lokasi dapur SPPG.

Jika ditemukan fasilitas yang tidak memenuhi standar kelayakan, kepala daerah akan menerbitkan surat resmi kepada BGN. Surat rekomendasi tersebut yang nantinya menjadi dasar hukum bagi BGN untuk menjatuhkan sanksi tegas hingga penutupan operasional.

Kondisi 28 Korban Berangsur Pulih

Hingga Kamis malam, tercatat masih ada 28 anak yang terdampak akibat insiden tersebut. Meski demikian, kondisi medis seluruh korban dipastikan telah berangsur membaik.

"Besok rencananya kami akan cek untuk siswa-siswa yang terdampak. Informasi sampai malam ini masih 28 anak, nanti kita cek satu per satu, tapi informasinya sudah ke arah yang membaik," kata Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono juga mengapresiasi respons cepat Wakil Bupati Rembang dalam menangani para korban saat kejadian berlangsung. Tim BGN dijadwalkan mengunjungi para siswa korban keracunan guna memberikan dukungan moral dan motivasi agar mereka dapat segera kembali beraktivitas di sekolah. (Red/Kj)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!