kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
26 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Wabah Hama Tikus Menggila di Gabus Grobogan: Lahan Jagung di Karangrejo dan Bendoharjo Ludes, Petani Menjerit Gagal Panen

Wabah Hama Tikus Menggila di Gabus Grobogan: Lahan Jagung di Karangrejo dan Bendoharjo Ludes, Petani Menjerit Gagal Panen
Wabah Hama Tikus Menggila di Gabus Grobogan: Lahan Jagung di Karangrejo dan Bendoharjo Ludes, Petani Menjerit Gagal Panen

GROBOGAN, KAWALJATENG.COM – Wabah serangan hama tikus di wilayah Kabupaten Grobogan kian meluas dan memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Wilayah Kecamatan Gabus kini menjadi salah satu episentrum serangan paling parah. Puluhan hektar tanaman jagung milik warga di beberapa desa ludes digerogoti tikus hanya dalam waktu singkat, memicu ancaman gagal panen (puso) massal.

Berdasarkan investigasi dan laporan lapangan, serangan masif ini terpantau menghantam area pertanian di Desa Karangrejo, termasuk wilayah Plosorejo. Tidak berhenti di situ, kawanan hama pengerat tersebut kini dilaporkan telah bermigrasi dan mengganas di Desa Bendoharjo, dengan titik kerusakan paling parah melanda lahan pertanian di Dusun Bendo.

Kondisi ini membuat para petani setempat terpukul hebat. Tanaman jagung yang semula diharapkan bisa mendatangkan keuntungan untuk menutup biaya operasional, justru habis tanpa sisa sebelum sempat memasuki masa panen.

"Kondisinya benar-benar nelongso (memprihatinkan). Modal untuk membeli benih, pupuk, dan biaya pengairan sudah keluar banyak, tapi sekarang hasilnya nihil. Jagung habis dimakan tikus di lahan," ujar salah seorang petani dengan nada pasrah.

Pengosongan lahan secara paksa oleh hama ini dipicu oleh pertumbuhan populasi tikus yang tidak terkendali. Pola tanam yang tidak serempak serta terputusnya rantai makanan predator alami disinyalir menjadi faktor utama kawanan tikus dengan cepat berpindah dari satu blok lahan ke blok lahan lainnya, mulai dari wilayah Karangrejo hingga menerjang Dusun Bendo di Bendoharjo.

Situasi darurat ini memerlukan penanganan yang terintegrasi dan cepat. Langkah penanggulangan secara mandiri atau perorangan dinilai sudah tidak efektif lagi menghadapi skala serangan yang masif lintas desa ini.

Masyarakat dan kelompok tani di Kecamatan Gabus mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat untuk segera turun tangan. Petani berharap adanya pasokan bantuan kedaruratan, bantuan benih stimulan untuk musim tanam berikutnya, serta komando gerakan "Gropyokan Massal" yang terstruktur untuk memutus siklus perkembangbiakan hama tikus secara total.

Hingga berita ini diturunkan, para petani di Dusun Bendo dan sekitarnya hanya bisa meratapi tanaman mereka yang rusak sembari berharap ada solusi konkret dari pihak pemerintah daerah sebelum kerugian ekonomi warga kian merosot tajam. (KJ/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Halaman Iklan / Sponsor