kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
18 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Tuntutan Tiada Henti, AMPB Desak Direktur Bank Mandiri Mundur dan Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Tuntutan Tiada Henti, AMPB Desak Direktur Bank Mandiri Mundur dan Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia
Foto: Kuasa hukum AMPB, Nimerodin Gulo. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) masih menduduki Kantor Bank Mandiri Cabang Pati hingga hari ini, Jumat, 18 September 2026. Mereka menuntut agar Bank Mandiri bersikap jantan dan fait dalam menghadapi dialog bersama AMPB demi mempertanggungjawabkan tindakannya usai memblokir rekening aktivis AMPB, Supriyono alias Botok.

Menurut Kuasa Hukum AMPB, Nimerodin Gulo kepastian penyelesaian perkara ini harus ditangani oleh Bank Mandiri pusat, olah karena itu Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri harus sowan ke Kabupaten Pati menyelesaikan masalah ini.

"Kita minta persoalan ini diselesaikan direksi pusat dengan turun ke Pati untuk bisa berdialog dengan kita. Hanya saja sampai detik ini mereka nggak bisa memastikan kapan turun," terang Gulo ketika diwawancarai awak media.

Pihaknya menekankan empat poin tuntutan. Pertama, AMPB mendesak Bank Mandiri memaparkan bukti-bukti intervensi pemblokiran rekening Botok beberapa waktu yang lalu.

"Pertama, kita minta agar semua data soal pemblokiran, siapa yang usul, suratnya mana, mekanisme apa dibuka agar transparan. Siapa yang paling bertanggungjawab? Jangan sekedar konferensi pers," pesannya.

Kedua, tanpa dasar hukum yang jelas, pihaknya mempertanyakan alasan Bank Mandiri memblokir rekening Botok. Oleh sebab itu, ia menilai pimpinan Bank Mandiri tidak layak memimpin perbankan, serta mereka meminta Dirut Bank Mandiri mundur.

"Kedua, kita minta Direktur Utama undur diri karena beliau tidak capable. Harusnya pemblokiran ikuti aturan main, jangan siapa saja langsung blokir tanpa analisis hukum," ujarnya.

Gulo meminta pernyataan untuk meluruskan jika Bank Mandiri telah memblokir rekening Botok. Padahal rekening Botok digunakan untuk menggalang donasi untuk massa unjuk rasa 27 Agustus 2026 lalu.

"Ketiga, sikap anda kenapa sampai membuat aksi tanggal 27 tidak berjalan baik? Terakhir, kita minta agar pihak bank secara tertulis meminta maaf," ungkapnya.

Keempat, ia imbau agar bank tidak ikut-ikut membungkam suara masyarakat. 

"Terakhir, kita minta agar secara tertulis pihak Bank Mandiri minta maaf kepada seluruh anggota AMPB dan masyarakat Indonesia, karena sudah tidak profesional, " tandasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!