KAWALJATENG.COM – BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora bergerak cepat merespons tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang ibu di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan. Korban dilaporkan meninggal dunia diduga akibat beratnya beban pikiran terkait biaya melanjutkan pendidikan anaknya ke pondok pesantren (ponpes).
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa memilukan ini. Guna memastikan masa depan anak yang ditinggalkan tetap terjamin, Pemkab Blora menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih tanggung jawab seluruh biaya pendidikan anak tersebut.
Bupati menegaskan bahwa jaminan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam meringankan beban keluarga yang sedang tertimpa musibah.
"Kami pastikan bahwa anak dari korban ini akan memperoleh beasiswa. Kami sekolahkan sampai tuntas," ujar Arief Rohman saat memberikan konfirmasi kepada media.
Lebih lanjut, Pemkab Blora juga berkomitmen untuk memfasilitasi dan mewujudkan keinginan luhur dari anak korban yang tetap bercita-cita untuk menimba ilmu di pondok pesantren.
Langkah cepat kini tengah dilakukan oleh tim teknis Pemkab Blora yang diterjunkan ke lapangan. Selain mengurus proses administrasi bantuan beasiswa, pemerintah daerah juga berupaya memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga yang ditinggalkan guna memulihkan trauma pasca-kejadian.
Peristiwa ini menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk terus memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya dalam penyaluran informasi bantuan pendidikan agar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. (KJ/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!