kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
9 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Tokoh Masyarakat di Talun Diduga Lecehkan Santriwati

Tokoh Masyarakat di Talun Diduga Lecehkan Santriwati
Foto: Warga Talun mendatangi pemdes untuk meminta pertanggungjawaban kasus dugaan kekerasan seksual di ponpes. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati emosi dengan pria berinisial A yang merupakan seorang tokoh aparatur desa. Pasalnya, lelaki tersebut diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap seorang santriwati di pondok pesantren (ponpes), terlebih si A juga termasuk pengasuh ponpes di Desa Talun.

Ratusan warga menggeruduk ponpes tersebut, lalu menyegel ponpes. Warga yang geram mendengar kabar pelecehan itu pun menyoret bangunan ponpes bertuliskan 'Kyai Cabul'. Mereka juga mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi dari Kepala Desa (Kades) Talun atas tanggungjawab terhadap kasus ini.

Warga difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Talun untuk mediasi. Pihak pemdes pun bersedia untuk menonaktifkan oknum aparatur desa yang terlibat pada tindakan asusila ini. 

Menurut perangkat desa (perades), Nur Salim, kekerasan seksual memang sedang mencuat di media sosial (medsos) yang mengatasnamakan salah seorang tokoh pemdes setempat. Pihaknya masih berusaha mengonfirmasi dugaan tersebut kepada tokoh yang bersangkutan.

Nur Salim menyampaikan jika belum ada laporan secara langsung dari pihak yang mengaku korban ataupun saksi. Padahal pihaknya selalu terbuka membuka aduan masyarakat selama jam aktif bekerja.

"Katanya pencabulan karena dari pagi jam kerja di Pemdes Talun tidak ada laporan apapun, maka pada saat itu kami gak merespon. Tetapi, sore hari medsos ramai, maka Pj Kepala Desa dalam hal ini Pemdes dan BPD mengadakan rapat koordinasi," ujarnya kepada awak media, Selasa, 8 September 2026 malam.

Saat digali informasinya, terduga pelaku kekerasan seksual punya jabatan penting di Desa Talun. A menjabat sebagai aparatur di Lembaga Permusyawaratan Masyarakat Desa (LPMD) Talun, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Talun, Ketua Rukun Tetangga (RT), ketua pengurus makam di Desa Talun, ketua pelelangan aset Desa Talun, dan ketua rutinan sedekah bumi Desa Talun.

"Yang bersangkutan pengasuh ponpes. Jabatan di pemdes kebetulan beliau aktif di LPMD, Ketua Kopdes Merah Putih, Ketua RT, kemudian ketua pengurus makam, ketua lelangan aset bondo desa, ketua rutinan sedekah bumi," katanya.

Dikarenakan terduga pelaku kekerasan seksual tak ada di tempat, maka Pemdes Talun menonaktifkan secara tidak langsung. Hal ini dengan menyampaikan pemecatan itu melalui pihak keluarga A.

"Langkah pemdes untuk sementara mengonfirmasi kemunduran diri di jabatan di pemerintahan desa. Desa mempertimbangkan di antara kami ada keluarga beliau yang berkoordinasi, dia (A) undur diri," terang Nur Salim.

Saat ini, A tidak diketahui keberadaannya. Pasalnya, pihak pemdes tak memiliki kewenangan mencari tahu.

"Mohon maaf tadi kami tidak tahu keberadaan beliau, karena bukan kewenangan kami," tegasnya.

Menyikapi desakan warga untuk menutup ponpes, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag). Pihaknya saat ini pun tak bisa membendung massa yang sudah geram sehingga pemdes serta jajaran aparat keamanan pasrah warga bertindak vandalisme di ponpes.

"Terkait masukan forum, maka kami siap mengakomodir yang menjadi inisiatif masyarakat. Langkah konkrit konfirmasi ke Kemenag, akan kami tindaklanjuti," ucapnya.

Sementara itu, menurut perades lainnya, Affandi, pihak yang mengaku korban saat ini sedang di Jakarta. Pihak yang mengaku korban pelecehan seksual belum memproses secara hukum.

"Laporan anak dan orang tuanya belum ada, belum ada proses hukum. Menyikapi itu koordinasi dengan warga kalau nanti ada laporan, kita baru ambil sikap," ungkapnya.

Belum adanya kepastian informasi, maka pihaknya belum mengambil langkah apapun menyikapi situasi ini.

"Kalau itu bukan kewenangan kita. Anak dan orang tua di Jakarta. Kemarin sudah boyongan," pungkas Affandi. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!