PATI, KAWALJATENG.COM – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dinilai sukses besar dalam memutus ketimpangan akses pendidikan. Baru genap berusia satu tahun, program jaminan pendidikan berasrama bagi keluarga prasejahtera ini kebanjiran peminat, hingga kuota untuk jenjang SMP dan SMA kini telah ludes terisi penuh.
Hal tersebut ditegaskan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati melalui kegiatan Open House di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026). Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Kabupaten Pati, serta para camat se-Kabupaten Pati.
Chandra mengaku sangat terkesan dengan progres nyata yang ditunjukkan oleh Sekolah Rakyat. Menurutnya, realisasi di lapangan telah melampaui ekspektasi awal, baik dari segi kualitas fasilitas, layanan pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para siswa.
“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung kelas-kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih. Anak-anak mendapatkan tiga kali makan dan makanan ringan. Mereka benar-benar merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Chandra di hadapan para undangan.
Wujud Nyata Kesetaraan Anak Desil 1
Lebih lanjut, Chandra menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar formal. Program ini dirancang komprehensif untuk menjamin perbaikan gizi sekaligus pembentukan karakter anak-anak dari kelompok desil 1—atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan sosial paling rendah.
Lewat intervensi penuh dari pemerintah daerah, anak-anak dari keluarga kurang mampu kini tidak perlu lagi minder dalam mengejar cita-cita.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik kita yang berasal dari desil 1. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik seperti anak-anak lainnya,” tegasnya.
Tingginya mutu program ini berbanding lurus dengan melonjaknya animo masyarakat. Chandra memaparkan, saat ini kuota untuk jenjang SMP telah terisi penuh sebanyak 190 siswa, sementara untuk jenjang SMA telah terserap habis sebanyak 90 siswa.
"Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini," urai Plt Bupati Pati tersebut.
Mampu Berbahasa Asing dan Siap Ekspansi ke Tlogowungu
Meski berstatus sekolah rakyat, kualitas akademik dan ekstrakurikuler yang disuguhkan tidak main-main. Beberapa siswa bahkan tercatat sudah mahir berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Keberhasilan ini membuktikan bahwa skema asrama efektif dalam mendongkrak kompetensi anak didik secara cepat.
“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Pelajaran mereka juga tidak tertinggal dari sekolah-sekolah lain. Bahkan setelah kegiatan belajar formal, mereka masih mendapatkan pembelajaran agama dan aktivitas positif lainnya,” tuturnya bangga.
Melihat keberhasilan dan tingginya urgensi program ini, Pemkab Pati bergerak cepat melakukan ekspansi. Saat ini, pemerintah tengah mengebut pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat baru yang berlokasi di Kecamatan Tlogowungu.
"Nanti hari Selasa kami akan berkunjung ke lokasi di Tlogowungu untuk memastikan kesiapan pembangunan dan menentukan waktu operasionalnya. Tempatnya akan lebih besar dibandingkan yang sekarang," pungkas Chandra, menyebutkan bahwa progres pembangunan fisik di lokasi baru tersebut kini sudah menyentuh angka 85 persen.
Melalui momentum satu tahun ini, Kawal Jateng mencatat Pemkab Pati berkomitmen penuh untuk terus memperluas jangkauan program serupa demi mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter di seluruh wilayah Kabupaten Pati. (KJ/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!