REMBANG, KawalJateng.com — Proyek revitalisasi Sekolah Dasar (SD) senilai belasan miliar rupiah di Kabupaten Rembang memicu kemarahan publik. Pasalnya, proyek pendidikan bernilai fantastis ini ditemukan dalam kondisi amburadul dengan pengerjaan asal-asalan dan material berkualitas buruk. Parahnya lagi, di tengah kondisi lapangan yang memprihatinkan, isu miring terkait dugaan intervensi oknum yang meminta jatah atau fee proyek mulai merebak.
Namun, temuan krusial ini justru direspons dingin oleh jajaran pemerintahan setempat. Bupati Rembang, Harno, enggan memberikan penjelasan mendalam saat dikonfirmasi mengenai karut-marut proyek tersebut. Ia memilih melemparkan persoalan ini sepenuhnya kepada instansi teknis.
"Tanyakan langsung ke dinasnya mas," ujar Harno singkat, Jumat (4/9/2026).
Sikap irit bicara dari sang bupati berbanding lurus dengan kelambatan tindakan dari pihak legislatif. Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang mengaku hingga kini belum melaporkan temuan sidak tersebut kepada bupati maupun memanggil dinas teknis dan pengawas proyek untuk dimintai klarifikasi.
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofi'i, beralasan bahwa pihaknya masih fokus mengumpulkan bukti serta terhalang padatnya agenda internal dewan, termasuk pembahasan RKUA dan Perubahan APBD 2026.
"Belum, belum. Kami baru mengumpulkan data-data dulu," kata Rofi'i saat dihubungi via telepon. Ia menambahkan bahwa pemanggilan pihak dinas baru akan dijadwalkan ulang setelah rapat paripurna hari Senin mendatang.
Meski berdalih tetap menyempatkan waktu turun ke lapangan di sela-sela kesibukan rapat, lambannya koordinasi dan aksi saling lempar ini memicu kritik keras dari masyarakat yang mendesak penuntasan dugaan penyimpangan anggaran pendidikan tersebut. (Red/Kj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!