KAWALJATENG.COM, REMBANG — Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang berencana memanggil pihak pemborong serta mendalami rekam jejak konsultan perencana proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumberjo. Langkah ini diambil usai ditemukannya sejumlah indikasi pengerjaan asal-asalan yang mendobrak standar mutu dan berpotensi menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofi'i, menyatakan bahwa pengawasan ketat perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik tidak sehat, seperti indikasi monopoli proyek yang ber dampak langsung pada buruknya kualitas bangunan sekolah.
"Setelah pengawasan fisik ini, kami berencana memanggil pihak pemborong. Rekam jejak konsultan perencana juga akan kami pendalami untuk mengantisipasi indikasi monopoli proyek," tegas Rofi'i usai menggelar inspeksi mendadak (sidak), Rabu (2/9/2026).
Material Keropos dan Semen Rapuh
Dalam sidak maraton tersebut, para legislator mendapati berbagai pelanggaran fisik di lapangan. Salah satunya adalah pemaksaan penggunaan material kayu lama yang sudah keropos dan tidak layak pakai. Rofi'i secara tegas meminta pekerja untuk membongkar ulang material tersebut di tempat.
"Kami beritikad kalau ada temuan langsung suruh bongkar. Kalau tidak dibongkar, saya tidak mau beranjak dari lokasi," ujarnya.
Tak hanya kayu, mutu campuran adonan semen dan pasir (luluh) untuk dinding bata juga menjadi sorotan tajam. Pasalnya, adonan tersebut sangat rapuh hingga mudah hancur saat diremas menggunakan tangan.
Meski pelaksana proyek berdalih bahwa racikan tersebut sudah mengacu pada RAB, DPRD menilai dalih tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kekokohan struktur bangunan. Rofi'i mendesak agar material pasir yang digunakan ditingkatkan kualitasnya, seperti memanfaatkan pasir Muntilan atau Lumajang.
Pengawasan Maraton Targetkan Empat Sekolah
Hingga saat ini, Komisi IV DPRD Rembang telah melakukan sidak secara maraton ke empat sekolah di wilayah setempat. Langkah ini dipacu oleh mepetnya durasi pengerjaan proyek rehabilitasi fisik sekolah.
DPRD menegaskan tidak akan menoleransi pelaksana yang asal-asalan demi mengejar target waktu, sebab keselamatan para siswa dan guru menjadi taruhan utama dari kualitas bangunan sekolah tersebut. (Red/Kj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!