PATI, KawalJateng.com - Sebanyak Rp20 miliar digelontorkan pemerintah untuk Belanja Tak Terduga (BTT) di Kabupaten Pati, terutama saat bencana kekeringan melanda. Mengingat, sudah 62 desa di 11 kecamatan mengalami kekeringan di Bumi Mina Tani hingga hari ini, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra penggunaan BTT dipergunakan untuk mengatasi bencana alam, termasuk pemenuhan pasokan air bersih saat wilayah kekeringan serta perbaikan sarana-prasarana akibat bencana alam.
"BTT untuk bencana Rp20 miliar tidak hanya untuk kekeringan tapi penanggulangan bencana lain. Termasuk misalkan beberapa daerah yang jalannya rusak harus kita tangani segera menggunakan BTT termasuk jembatan dan lain-lain," ucapnya kepada awak media.
Ia juga mengatakan bahwa perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati tahun 2026 ini juga untuk mengatasi kekeringan. Kondisi infrastruktur yang masih rusak juga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di tahun ini.
Chandra juga sempat menyinggung adanya dana transfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah (pemda) yang minim. Itu mengapa Pemkab Pati mengoptimalkan anggaran dana seadanya.
"Karena dana transfer ke daerah pun juga relatif sama, malah justru ada penurunan sedikit sekitar Rp3 miliar dari anggaran yang kita terima. Fokus tetap masih infrastruktur kita prioritaskan karena masih banyak sekali penanganan bencana," ungkapnya.
Ia menyebut anggaran dana untuk penanganan infrastruktur jalan di angka Rp200 miliar. Nilai itu termasuk ke dalam pinjaman dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp67 miliar. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!