kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
24 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Harga Produksi Garam di Rembang Naik, Petani Senang

Harga Produksi Garam di Rembang Naik, Petani Senang
Foto: Panen garam di Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

REMBANG, KawalJateng.com - Cuaca di musim kemarau membuat kualitas garam di Kabupaten Rembang bagus. Seperti halnya yang dirasakan oleh Subari (57), petani garam asal Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Sebagai petani garam, ia memanen hasil produksi sejak akhir Juli 2026 lalu. Puncak masa panen menurutnya pada September ini.

Harga garam sekarang disebutkannya mulai dari Rp800 per kilogram sampai dengan Rp1.100 per kilogram.  Harga sekian terjadi sejak Agustus 2026 kemarin.

"Panen mulai bulan tujuh (Juli) akhir, mulai bikin lahan bulan enam (Juni), panen raya bulan delapan (Agustus), sembilan (September). Harga stabil untuk yang pakai terpal Rp900 sampai Rp1.100, nggak pakai terpal Rp800," ungkapnya kepada KawalJateng.com, Kamis, 24 September 2026.

Terjadi kenaikan harga pada komoditas garam petani. Sebelumnya harga garam di Kabupaten Rembang Rp500 per kilogram sampai Rp700 per kilogram.

"Kalau sebelumnya Rp500-Rp700," ucap Subari.

Di tahun ini, Subari sudah memanen garam di tambak sebanyak tujuh kali. Dalam sepekan petani mampu menghasilkan produksi 5 sampai dengan 6 ton.

"Panen bergantung cuaca, kalau nggak mendukung airnya kena angin. Saya sudah hampir tujuh kali. Seminggu mendapat 5 sampai 6 ton," ujarnya.

Cuaca yang mendukung ini membuat produksi garam lebih cepat. Penggunaan terpal juga mempercepat masa produksi. Tanpa terpal masa produksi garam 10 hari, sedangkan dengan terpal masa produksi garam 5 hari.

"Cuaca sekarang lebih mendukung," pungkasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!