REMBANG, kawaljateng.com – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Pasar Tani di halaman kantor setempat pada Jumat (16/10/2026). Selain mempermudah warga mengakses pangan murah, ajang ini digadang-gadang sebagai strategi efektif daerah dalam menekan laju inflasi.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menegaskan bahwa keberadaan Pasar Tani memiliki peran ganda yang sangat strategis. Selain memanjakan konsumen dengan berbagai potongan harga, subsidi, hingga voucher belanja, kegiatan ini menjadi wadah interaksi langsung antara produsen dan pembeli.
"Melalui Pasar Tani, kami memotong rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat bisa memperoleh komoditas pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Di saat yang sama, petani lokal mendapat akses pemasaran langsung ke konsumen tanpa perantara," ujar Agus Iwan.
Menurut Agus, pemotongan rantai pasok ini tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi gejolak harga, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada upaya pengendalian inflasi daerah. Petani pun diuntungkan karena berkesempatan memperoleh nilai jual hasil panen yang lebih adil dan proporsional.
"Hari ini Dintanpan Kabupaten Rembang menyelenggarakan Pasar Tani dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2026. Kami ingin terus berbagi dan berkontribusi nyata agar kebutuhan harian warga terpenuhi secara memadai," tambahnya.
Ke depan, Dintanpan Kabupaten Rembang berkomitmen untuk menjadikan Pasar Tani sebagai agenda yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Harapannya, program ini terus memicu manfaat ganda: stabilitas pasokan pangan di tingkat konsumen tetap terjaga, sementara tingkat kesejahteraan para petani di Kabupaten Rembang kian meningkat. (yul/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!