kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
26 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Kasus Leptospirosis di Pati Melonjak Tajam, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Kasus Leptospirosis di Pati Melonjak Tajam, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Kasus Leptospirosis di Pati Melonjak Tajam, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

KAWALJATENG.COM – PATI | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh menyusul lonjakan signifikan kasus penyakit leptospirosis. Penyakit zoonosis yang ditularkan melalui bakteri Leptospira dalam urine tikus ini tercatat telah merenggut puluhan korban jiwa sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun Dinkes Kabupaten Pati, tren sebaran kasus menunjukkan kenaikan yang cukup ekstrem dalam beberapa tahun terakhir:

Tahun 2022: Ditemukan 7 kasus.

Tahun 2023: Meningkat menjadi 22 kasus.

Tahun 2025: Melonjak ke angka 61 kasus dengan 17 kasus kematian.

Januari hingga Mei 2026: Angka akumulatif melambung tinggi hingga 172 kasus dengan 21 korban meninggal dunia.

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Pati, Yanti, menjelaskan bahwa kerentanan tertinggi berada pada kelompok masyarakat yang bersentuhan langsung dengan area basah dan berlumpur.

"Kasus biasanya melonjak saat musim penghujan. Kelompok paling rentan di Pati adalah petani, nelayan, dan pekerja tambak karena intensitas kerja mereka yang sering bersentuhan dengan lingkungan yang berpotensi tercemar urine tikus," ujar Yanti saat memberikan keterangan pers, Rabu (24/6/2026).

Kenali Jalur Penularan dan Gejala Khas

Bakteri Leptospira umumnya menginfeksi manusia melalui luka terbuka yang terpapar air, lumpur, atau tanah yang terkontaminasi. Selain di area kerja basah, penularan juga diwaspadai melalui konsumsi makanan atau minuman kaleng yang permukaannya tercemar urine tikus saat disimpan di gudang penyalur.

Dinkes Pati menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala klinis leptospirosis agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis. Selain demam tinggi, mual, dan pusing yang menyerupai flu biasa atau gejala demam berdarah, terdapat tiga gejala khas fase lanjut yang wajib diwaspadai:

Nyeri hebat atau kaku pada otot betis.

Mata memerah atau mengalami perubahan warna kekuningan (jaundice).

Penurunan drastis pada volume produksi urine, yang mengindikasikan adanya gangguan atau fase gagal ginjal akut.

Langkah Mitigasi dan Penguatan Faskes

Yanti menegaskan bahwa fatalitas atau risiko kematian akibat penyakit ini sebenarnya dapat dicegah secara total melalui penanganan medis yang cepat dan tepat sejak dini menggunakan antibiotik.

"Kematian akibat penyakit ini sebenarnya bisa dicegah jika diobati sejak awal. Karena itu, saat ini kami gencar melakukan sosialisasi dan penguatan deteksi dini di tingkat Puskesmas agar pasien yang bergejala bisa langsung ditangani tanpa menunggu kondisinya memburuk," tambahnya.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Pemkab Pati mengimbau para pekerja di sektor pertanian dan perikanan untuk disiplin menerapkan protokol keselamatan kerja.

Masyarakat diminta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu bot karet saat turun ke sawah atau tambak, menutup luka dengan plester kedap air, serta secara kolektif menjaga sanitasi lingkungan dan mengendalikan populasi hama tikus di wilayah masing-masing. (KJ/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Halaman Iklan / Sponsor