PATI, kawaljateng.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam upaya penanganan pencemaran Sungai Mbango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso. Kondisi tersebut membuat langkah pembersihan limbah di aliran sungai belum dapat dilakukan secara maksimal.
Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup, Suwi'i, mengatakan pihaknya telah mengusulkan anggaran untuk mendukung penanganan pencemaran Sungai Mbango. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan warga terdampak di Kantor Kecamatan Margoyoso, Rabu (5/8/2026).
Menurut Suwi'i, mekanisme penggunaan anggaran pemerintah membutuhkan tahapan administrasi yang tidak dapat dilakukan secara cepat sehingga menjadi tantangan dalam penanganan di lapangan.
"Memang salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan anggaran. Kami berharap usulan anggaran untuk penyelesaian persoalan ini dapat segera terealisasi," ujarnya saat diwawancarai KawalJateng.com.
DLH juga menilai penyelesaian persoalan pencemaran Sungai Mbango memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah, perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut diharapkan ikut bertanggung jawab, salah satunya dengan menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar.
Suwi'i menyebut masyarakat menginginkan sungai kembali bersih dan terbebas dari limbah cair maupun sampah padat yang selama ini mencemari aliran sungai. Ia mengungkapkan, sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu juga turut memperparah kondisi Sungai Mbango.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati telah melakukan pengerukan sampah di sungai tersebut. Namun, tumpukan sampah kembali muncul sehingga diperlukan penanganan yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bersama-sama mendukung upaya pemulihan Sungai Mbango," katanya.
Sementara itu, perwakilan CV Harum Mekar, Broto, menyatakan pihaknya telah mendengarkan berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran sungai. Ia memastikan seluruh masukan akan dibahas bersama manajemen perusahaan.
"Kami mendengarkan semua masukan dari masyarakat. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti dan bahas secara internal," ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan perusahaan segera mengambil langkah nyata agar pencemaran dapat dihentikan dan kondisi Sungai Mbango kembali pulih sehingga tidak lagi berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi warga. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!