PATI, kawaljateng.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mulai mengambil langkah cepat guna mengantisipasi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun 2026 ini. Sebagai langkah awal, sejumlah armada truk tangki dan tandon air disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan, terdapat puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Pati yang masuk dalam kategori rawan dan berpotensi mengalami kekeringan.
Melihat potensi tersebut, Martinus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Bumi Mina Tani agar mulai bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
”Kalau tahun kemarin di catatan kami itu kurang lebih ada di 96 desa di wilayah Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, sebagian Gabus, dan sebagian Kayen,” ujar Budi—sapaan akrabnya—saat memberikan keterangan pada Minggu (12/7/2026).
Untuk menghadapi siklus bencana tahunan ini, BPBD Kabupaten Pati telah mempersiapkan 4 unit truk tangki penyuplai dan 8 unit tandon air siap pakai. Seluruh armada ini nantinya difungsikan untuk memfasilitasi penanganan darurat berupa dropping air bersih langsung ke pemukiman warga.
”Ada empat unit tangki yang kita siapkan untuk mengantisipasi musim kemarau ini. Tandon air saat ini di BPBD masih ada kurang lebih 8 unit yang siap kita bantukan kepada desa-desa yang membutuhkan,” ungkapnya.
Budi menjelaskan bahwa masing-masing armada truk tangki dan tandon air tersebut memiliki kapasitas tampung sebesar 5.000 liter. Bagi pemerintah desa yang wilayahnya mulai mengalami krisis air, BPBD membuka kesempatan untuk peminjaman fasilitas penampungan air tersebut.
”Silakan pemerintah desa yang membutuhkan tandon air bisa berkomunikasi dengan kami di BPBD. Nanti akan kita pinjam-pakaikan selama musim kemarau ini,” terangnya menambahkan.
Hingga memasuki minggu kedua di bulan Juli ini, pihak BPBD mencatat belum ada wilayah di Kabupaten Pati yang melaporkan terjadinya kekeringan ekstrem. Hal tersebut diindikasikan dari nihilnya surat permohonan bantuan air bersih yang masuk dari tingkat desa.
Meskipun situasi saat ini masih aman, pihak BPBD menegaskan komitmennya untuk tetap bersiaga penuh. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari tahun sebelumnya.
”Hingga awal Juli ini belum ada masyarakat yang mengeluh atau memohon bantuan air bersih kepada BPBD. Namun, kesiapsiagaan tetap kami prioritaskan,” pungkas Budi. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!