PATI, kawaljateng.com – Rama Jangkar, pemain BJL2000 yang berlaga di Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menerima tendangan keras bergaya "kungfu" dari pemain Safin Pati. Insiden itu terjadi saat pertandingan Safin Pati melawan BJL2000 di Stadion Gelora Soekarno, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil.
Ketua PSSI Askab Pati, Dian Dwi Budianto, menilai tindakan tersebut mencoreng dunia sepak bola Indonesia. Menurutnya, Piala Soeratin merupakan ajang pembinaan dan pencarian bakat bagi pesepak bola usia muda, sehingga tindakan kekerasan seperti itu tidak semestinya terjadi.
Pria yang akrab disapa Blado itu mengecam keras insiden tersebut dan berharap ada tindakan tegas dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI Asprov Jawa Tengah.
"Kami dari PSSI Askab Pati sangat menyayangkan kejadian ini. Di kelompok usia dini seharusnya tidak terjadi tindakan seperti ini karena kompetisi ini merupakan bagian dari pembinaan. Menurut saya, kasus ini harus ditindaklanjuti oleh Komdis PSSI Asprov Jateng," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, karena Piala Soeratin merupakan kompetisi tingkat provinsi, penanganan kasus tersebut menjadi kewenangan Komdis PSSI Asprov Jawa Tengah. Ia berharap pemain yang melakukan pelanggaran mendapat sanksi sesuai regulasi yang berlaku.
"Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini mencederai semangat fair play. Baru usia segini sudah menunjukkan tindakan seperti ini," tegasnya.
Blado juga mengingatkan seluruh peserta kompetisi agar menjunjung tinggi sportivitas, etika, dan disiplin selama bertanding.
"Mari bersama-sama membangun sepak bola sejak usia dini dengan menjaga sikap, etika, dan attitude di dalam maupun di luar lapangan," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!