kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
9 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Ratusan Siswa di Gembong Keracunan MBG, Korban Terkapar di RS

Ratusan Siswa di Gembong Keracunan MBG, Korban Terkapar di RS
Foto: Siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati keracunan MBG. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pati penuh kecamuk. Jam istirahat yang seharusnya penuh riang gembira, kini pemandangannya dipenuhi tangis dan jatuh korban akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ratusan anak-anak dari dua satuan pendidikan itu diduga mengalami berbagai keluhan usai memakan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong. Ratusan anak pun dilarikan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, bahkan ada yang dirujuk ke rumah sakit.

Tampak anak-anak terkapar di bed rumah sakit. Mereka merasakan mual, pusing, bahkan sampai muntah.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, para siswa-siswi yang telah menyantap menu MBG ini mengalami berbagai gejala kesakitan. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan RS Keluarga Sehat Hospital (KSH).

"Kami meninjau adik-adik, anak-anak SMPN 1 Gembong dan MTs N 3 Pati terkait MBG. Semua tertangani dengan baik, sudah kita evakuasi ke sini setelah Puskesmas overload. Kita arahkan Soewondo, sebagian Mitra Bangsa," jelasnya kepada awak media saat meninjau pasien korban santap MBG di RSUD Soewondo Pati, didampingi Direktur RSUD Soewondo Pati, dr. Ahmad Husin dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dwi Risma, siang ini.

Ia melihat bahwa anak-anak dirawat intensif di rumah sakit. Ada pun mereka yang mengalami gangguan berat, sedang, maupun ringan.

"Ini perawatan kami pantau dari Puskesmas Gembong, RSUD Soewondo, dan RS Mitra Bangsa tidak ada gejala berat, ada gejala mual, diare, pusing, lemas. Gak ada yang pingsan. Semoga tertangani dengan baik," katanya.

Sebanyak 29 ambulans dikerahkan untuk evakuasi korban MBG dari sekolah ke faskes. Ketika dirawat, korban MBG pun akan dibantu biaya perawatannya oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).

"Dana biaya pengobatan orang tua tidak dikenakan, semua ditanggung BGN," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tak memiliki kewenangan untuk mengintervensi BGN. Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Pati.

"Penindakkan itu kewenangan BGN. Kami tidak bisa menyampaikan itu. Kami lebih ke bagaimana menangani pasien," urainya.

Sementara itu, Direktur RSUD Soewondo, dr. Ahmad Husin menyebut tenaga kesehatan (nakes) RSUD Soewondo melakukan penanganan secara intensif pada korban santap MBG. Bahkan kondisi ruangan penanganan dan bed sempat kekurangan.

"Tertangani semua, kalau untuk kekurangan bed dipinjami tentara. Yang masuk fluktuatif 138 masuk. Kalau yang berat muntah lebih 10 kali kita infus," sebutnya.

Pihaknya melakukan triage dalam penanganan pasien korban santap MBG. Sehingga penanganan disesuaikan prioritas.

"Kita triage dulu. Yang paling parah kita masukkan dulu," tuturnya.

Sedangkan, di RS Mitra Bangsa berdasarkan informasi yang diupdate ada 41 pasien dari kedua sekolah tersebut. 

Di sisi lain, berdasarkan informasi dari sekolah sebanyak 230 siswa dari dua sekolah negeri di Kecamatan Gembong mengalami gejala keracunan makanan secara massal. Jumlah tersebut terdiri atas 103 siswa SMPN 1 Gembong dan 127 pelajar MTsN 3 Pati.

Masing-masing kepala sekolah, yakni Kepala SMPN 1 Gembong Istiana dan Kepala MTsN 3 Pati Zaenal Arifin, telah mengonfirmasi jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!