kawaljateng.com - Mengawal Informasi Jawa Tengah
5 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Proyek IJD Rp38 Miliar Rampung, Jalur Tireman–Japerejo Rembang Kini Mulus Berbeton Hotmix

Proyek IJD Rp38 Miliar Rampung, Jalur Tireman–Japerejo Rembang Kini Mulus Berbeton Hotmix

REMBANG, kawaljateng.com – Kabar baik bagi masyarakat dan pengguna jalan di Kabupaten Rembang. Jalur Tireman–Japerejo yang selama ini dikenal padat kini bertransformasi menjadi lebih lebar, mulus, dan nyaman dilewati. Proyek rekonstruksi jalan sepanjang 6,71 kilometer tersebut resmi rampung pada Rabu (20/5/2026).

​Penyelesaian megaproyek ini terhitung tepat waktu, bertepatan dengan hari terakhir masa kontrak kerja selama 150 hari kalender sejak dimulai pada 22 Desember 2025 lalu.

​Sebelumnya, ruas jalan ini menjadi salah satu titik tumpu kepadatan lalu lintas di Rembang, terutama pada jam sibuk berangkat kerja dan sekolah di pagi hari. Kini, wajah jalur tersebut berubah total setelah dibangun menggunakan konstruksi rigid beton kokoh yang dilapisi hotmix aspal.

​Proyek strategis ini didanai melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) di bawah pengerjaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan nilai fantastis mencapai sekitar Rp38 miliar.

​Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, membenarkan bahwa pengerjaan fisik di ruas Tireman–Japerejo telah diselesaikan sesuai target yang direncanakan.

​Nugroho menjelaskan, meski lebar badan jalan utama tetap dipertahankan sejauh 7 meter tanpa adanya pelebaran, kenyamanan pengendara tetap ditingkatkan melalui penambahan bahu jalan di sisi kanan dan kiri. Hal ini membuat ruang pacu kendaraan terasa jauh lebih lapang.

​“Ada beberapa titik yang dipasang drainase, terutama di titik awal Tireman. Kami memasang u-ditch yang alirannya diarahkan langsung menuju jalur Pantura,” terang Nugroho saat dikonfirmasi.

Optimalisasi Simpang dan Kolaborasi Anggaran Daerah

​Tak hanya fokus pada pengaspalan badan jalan, proyek ini juga menyentuh aspek keselamatan dan kelancaran sirkulasi kendaraan. Pada titik awal ruas Tireman, dilakukan penataan ulang sudut lampu lalu lintas (traffic light). Langkah ini diambil untuk memberikan ruang persimpangan yang lebih optimal, sehingga memudahkan manuver kendaraan-kendaraan besar.

​Menariknya, pembangunan infrastruktur ini juga mengombinasikan sinergi anggaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang turut turun tangan menangani sambungan jalan dari perempatan lampu merah Jape ke arah timur. Penanganan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut digarap menggunakan pos anggaran APBD kabupaten.

Paket Landoh–Seren Ikut Rampung

​Selain jalur Tireman–Japerejo, paket program IJD lainnya di Rembang ternyata sudah lebih dulu tuntas ditangani, yakni ruas Landoh–Seren. Pada jalur sepanjang 4,5 kilometer tersebut, dilakukan peningkatan berupa pelebaran jalan yang semula hanya berukuran 4 meter, kini diperluas menjadi 5,5 meter.

​Merespons capaian ini, Bupati Rembang, Harno, menaruh harapan besar agar akselerasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya bisa terus bergulir secara bertahap hingga menyentuh seluruh pelosok kabupaten. Ia menegaskan, peta penanganan jalan ke depan akan selalu disesuaikan dengan skala prioritas dan kapasitas kemampuan fiskal daerah.

​“Saya akan selalu berdoa dan berusaha untuk bisa memperbaiki Rembang, termasuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tidak memberatkan masyarakat, serta terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” pungkas Harno. (Red)

Komentar Warga (0)

Tinggalkan Tanggapan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!