REMBANG, kawaljateng.com – Rencana perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, yang semula ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juni hingga awal Juli kini dipastikan masih dalam proses administratif. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Rembang mengonfirmasi bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam tahapan persiapan pengadaan.
Kepastian ini menjawab gelombang desakan masyarakat di sepanjang rute komoditas yang menghubungkan wilayah Dukuh Kowang, jalur Mrayun, hingga Desa Tahunan. Melalui dokumen rekaman suara yang beredar sebelumnya, warga secara terbuka sempat menagih janji percepatan yang pernah diutarakan oleh Bupati Rembang, Harno.
Konfirmasi Kepala DPUTR Rembang: Pengadaan Berjalan di Bulan Juli
Kepala DPUTR Kabupaten Rembang, Maryosa, saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan realisasi fisik di lapangan menjelaskan bahwa saat ini instansinya sedang merampungkan proses kelengkapan dokumen barang dan jasa.
“Masih persiapan pengadaan. Pengadaan bulan Juli,” ujar Maryosa saat memberikan keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Penjelasan resmi dari Kepala Dinas ini sekaligus memperjelas rentetan teknis pasca-rencana pergeseran anggaran yang sempat dipaparkan oleh pihak Bidang Bina Marga DPUTaru sebelumnya. Proses pengadaan yang berjalan sepanjang bulan Juli ini menjadi tahapan wajib yang harus dilalui sebelum kontrak kerja ditandatangani dan alat berat diturunkan ke area Mrayun.
Kondisi Lapangan: Warga Keluhkan Polusi Debu Pekat
Mundurnya realisasi fisik dari target awal Juni membuat masyarakat yang tinggal di sekitar koridor Mrayun–Tahunan harus lebih lama menghadapi dampak lingkungan yang ekstrem. Intensitas lalu lalang armada truk tambang bermuatan berat saban hari memicu polusi debu tebal (bledug) yang mengotori pemukiman dan mengganggu kesehatan pernapasan warga.
Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan alokasi anggaran pemeliharaan rutin jalan sekitar Rp2,5 miliar yang diproyeksikan untuk mengaplikasikan konstruksi hotmix pada dua hingga tiga titik kerusakan paling parah di jalur Sale–Tahunan.
Desakan Regulasi Ketat untuk Angkutan Tambang
Selain memantau proses pengadaan yang sedang berjalan di DPUTR pada bulan Juli ini, warga Sale secara konsisten menitipkan pesan regulasi agar jalan hotmix baru nantinya tidak cepat hancur. Masyarakat menuntut adanya ketegasan pemangku kebijakan, yang meliputi:
- Pengawasan Tonase: Mengaktifkan jembatan timbang pemda secara ketat guna menindak tegas armada truk yang membawa muatan berlebih (overloading).
- Penyiraman Truk: Mewajibkan armada tambang menyiram bak kendaraan saat keluar dari area galian dengan memanfaatkan sumber air terdekat seperti Sendang Brubulan, demi menekan polusi debu di pemukiman Mrayun sekaligus memberikan potensi pendapatan bagi desa setempat.
- Pembatas Kecepatan: Memasang alat pembatas kecepatan (polisi tidur) di titik-titik padat pemukiman sesuai Undang-Undang Lalu Lintas guna mengantisipasi pengemudi yang berkendara ugal-ugalan.
Dengan adanya komitmen anggaran tersebut, kelanjutan proses administratif pergeseran anggaran dan pengadaan ini akan terus dipantau guna memastikan proyek fisik di jalur Dukuh Kowang, Mrayun, hingga Desa Tahunan dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas. (Eko/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!