PATI, KAWALJATENG.COM – Aliansi warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, menggelar aksi protes unik terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Warga menebar benih ikan lele dan menanam pohon pisang di kubangan jalan penghubung antar-kecamatan tersebut, Kamis (9/7/2026).
Aksi ini merupakan bentuk desakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar segera merealisasikan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan daerah tersebut.
Salah seorang warga setempat, Mukar, menjelaskan bahwa kondisi jalan sepanjang sekitar 300 meter di wilayahnya sudah lama tidak tersentuh perbaikan menyeluruh. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas harian warga, baik saat musim penghujan maupun kemarau.
"Kalau musim hujan jalannya berlubang dan penuh kubangan air, sering menyebabkan pengendara jatuh. Kalau musim kemarau, debunya sangat tebal," ujar Mukar saat ditemui di lokasi aksi, Kamis (9/7).
Menurut Mukar, ruas jalan selebar 4 meter ini merupakan jalur logistik yang ramai dan kerap dilintasi kendaraan bermuatan besar, termasuk truk tronton dan kendaraan operasional batalyon TNI. Warga menagih janji Pemkab Pati yang sebelumnya menginformasikan adanya rencana pembangunan infrastruktur di jalur tersebut pada tahun 2026.
Senada dengan Mukar, warga lainnya, Lasno, menambahkan bahwa aksi menebar lele dan membentangkan spanduk ini sengaja dilakukan agar mendapat perhatian langsung dari Penjabat (Pj) Bupati Pati.
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pati, khususnya Pj Bupati, bisa melihat langsung dan segera memperbaiki jalan ini. Ini akses utama masyarakat," tegas Lasno. Sehari sebelumnya, Rabu (8/7), warga juga telah menanam pohon pisang di beberapa titik kubangan terdalam sebagai tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.
Tanggapan DPUTR Kabupaten Pati
Merespons aksi protes tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, memberikan klarifikasi bahwa penanganan ruas jalan Angkatan Lor–Godo sebenarnya sudah masuk dalam skema anggaran tahun ini.
"Ruas jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten. Untuk tahun anggaran 2026 ini, kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,5 miliar," kata Hasto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (9/7).
Hasto menjelaskan bahwa proyek perbaikan yang direncanakan akan mencakup paket pengerjaan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Saat ini, pihak dinas sedang merampungkan tahapan teknis sebelum memulai pengerjaan fisik di lapangan.
"Saat ini masih dalam proses perencanaan, termasuk penyusunan gambar teknis dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang ditargetkan selesai minggu depan. Kami merencanakan proses pemilihan penyedia jasa (lelang) akan dimulai dalam satu hingga dua minggu ke depan," pungkas Hasto. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!