PATI, KawalJateng.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelar Pati Business Forum pada Senin, 28 September 2026. Forum ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Urip Sihabudin dan sejumlah investor lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menerangkan antusiasme pengusaha untuk menanamkan modal di Kabupaten Pati tinggi. Bahkan 70 perusahaan hadir dalam Pati Business Forum di kesempatan kali ini.
Ia menyebut ada 8 pihak perusahaan yang menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk investasi di tahun 2027. Perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, salah satunya energi terbarukan.
"Pati Business Forum alhamdulillah banyak sekali pengusaha-pengusaha, khususnya PMA yang hadir untuk investasi di Kabupaten Pati. Total semua ada sekitar 70 perusahaan yang hadir pada malam hari ini, tapi yang mengadakan LOI untuk penandatangan investasi di tahun 2027 ada 8 perusahaan," sebutnya kepada awak media.
Nilai investasi yang datang senilai Rp12,6 triliun dari berbagai perusahaan yang akan berinvestasi di Bumi Mina Tani. Perusahaan tersebut datang dari berbagai negara, salah satunya Tiongkok.
"Ada perusahaan Waste to Energy, ada perusahaan Solar Farm, ada perusahaan pelabuhan. Total LOI yang akan kami tandatangani dengan perusahaan-perusahaan tadi, ada sekitar 8 perusahaan, tadi sekitar Rp12,6 triliun," ungkap Chandra.
Pentingnya sektor industri energi terbarukan agar dapat memanfaatkan barang tak terpakai untuk kebutuhan masyarakat secara bermanfaat. Apalagi, potensi bahan baku dari sampah di Kabupaten Pati sangat tinggi.
Sekitar 500 ton sampah per hari dihasilkan oleh warga Kabupaten Pati. Sehingga problem sampah bisa diatasi dengan solusi yang tepat.
Salah satu perusahaan juga siap menanamkan triliunan rupiah untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Pati. Dengan begitu, Kabupaten Pati mewujudkan pengelolaan energi yang ramah lingkungan.
"Pati ini tiap hari menghasilkan sekitar di atas 500 ton sampah per hari, nah ini adalah problem yang sangat luar biasa. Kemarin salah satu TPS kita kebakaran, itu penanganan kebakarannya juga cukup lama, hampir tiga hari. Ini alhamdulillah kita punya solusi dari PT Sinergi Infra Hijau, di mana mereka mau investasi di Kabupaten Pati sejumlah sekitar Rp5,2 triliun untuk energi sampah untuk menjadi energi listrik," katanya.
Selain itu, tenaga kerja lokal juga diharap dapat terserap dari adanya perusahaan ini. Ia memprediksi ada 30 ribu kebutuhan tenaga kerja di perusahaan baru ini.
"Pastinya di perusahaan-perusahaan PMA yang kemarin saya keliling pun itu karyawannya hampir 90 persen dari warga Pati, khususnya perusahaan sepatu di PT Seijin Fashion. Apabila mereka nanti sudah mulai beroperasi di Kabupaten Pati, ke-8 perusahaan itu tenaga kerjanya mungkin lebih dari 30.000 karyawan," ujarnya.
Demi perputaran ekonomi yang efisien, ia akan mendorong prioritas tenaga kerja dari Kabupaten Pati. Dan, ia juga menjamin tenaga kerja laki-laki juga akan dimaksimalkan, bukan hanya perempuan.
"Ini banyak sekali perusahaan, dari tekstil, ada yang tas koper, ada dari mainan anak-anak, ada beberapa, banyak lagi lah. Saya kira perusahaan ini tidak hanya membutuhkan dari wanita, tapi pria pun juga pastinya terserap untuk lapangan pekerjaan di tahun 2027," bebernya.
Chandra menyatakan ada 5.600 hektare kawasan industri yang ada di wilayah Kabupaten Pati. Dengan lahan seluas itu, akan menarik investor untuk menanamkan modal di Bumi Pesantenan.
"Di banyak tempat kita kan punya sekitar 5.600 hektare kawasan industri yang ada di Pantura, ada di Trangkil, ada di Sukolilo, ada di beberapa daerah yang lain. Itu total sekitar 5.600 hektare ini masih banyak sekali yang bisa kita tarik untuk investasi yang ada di Kabupaten Pati," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!